Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran attachment style dan pola asuh keluarga dalam pembentukan keamanan emosional remaja, khususnya dalam konteks keluarga Indonesia. Keamanan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengelola emosi, menjalin hubungan interpersonal, serta menghadapi konflik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan melalui penyebaran angket secara daring kepada 100 remaja berusia 12–21 tahun yang tinggal bersama orang tua, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil kuantitatif. Instrumen penelitian mencakup skala attachment style, pola asuh orang tua, dan keamanan emosional remaja. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attachment style memiliki hubungan dan pengaruh positif yang signifikan terhadap keamanan emosional remaja. Pola asuh orang tua juga menunjukkan hubungan yang signifikan, namun tidak berpengaruh secara langsung ketika dianalisis bersama attachment style. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh pola asuh terhadap keamanan emosional remaja bekerja secara tidak langsung melalui pembentukan keterikatan emosional. Penelitian ini menegaskan pentingnya kualitas hubungan emosional dalam keluarga sebagai fondasi keamanan emosional remaja dan memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi berbasis keluarga dan layanan bimbingan dan konseling.