Kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan mendorong para pendidik untuk mengintegrasikan media digital ke dalam proses pembelajaran. Fenomena yang terjadi di MAN 3 Bojonegoro, guru masih belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal, khususnya dalam mata pelajaran akidah akhlak. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi serta rendahnya motivasi belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis thunkable bernama qidahquest, yang memuat materi ajaran tasawuf dari tokoh Junaid al-Baghdadi, Rabi’ah al-Adawiyah, Imam al-Ghazali, dan Syekh Abdul Qadir al-Jailani untuk peserta didik kelas XI MAN 3 Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket validasi oleh ahli materi, ahli media, guru, serta Peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Objek penelitian ini adalah aplikasi aqidahquest yang dikembangkan menggunakan platform thunkable dan dapat diakses secara offline. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh skor rata-rata 90,9% dengan kriteria “sangat layak”, ahli media memperoleh 97,72%, dan respon guru serta Peserta didik menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 84% dengan kategori “sangat layak”. Pada aspek keterbacaan memperoleh penilaian dengan skor rata-rata 91,7%. Dengan demikian, aplikasi AqidahQuest dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran akidah akhlak.