Hironimus Dapa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan Hironimus Dapa; Muhammad Hayat
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/2s4wnh63

Abstract

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil Islam terbesar di dunia, telah menjadi pilar fundamental dalam pembangunan bangsa Indonesia sejak didirikan pada tahun 1912. Artikel ini menyajikan analisis komprehensif mengenai peran strategis Muhammadiyah, dengan fokus pada kontribusinya yang multidimensional dalam bidang pendidikan dan dampaknya yang luas terhadap transformasi sosial. Menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mengkaji empat dimensi utama: (1) pembangunan infrastruktur institusi pendidikan modern dan inklusif; (2) landasan filosofis "Islam Berkemajuan" sebagai etos gerakan; (3) dampak holistik terhadap pembangunan sosial-ekonomi dan pemberdayaan komunitas; dan (4) respons adaptif terhadap tantangan kontemporer seperti globalisasi dan pluralisme agama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada skala jaringan pendidikannya yang masif, melainkan pada kemampuannya mensintesiskan secara harmonis antara ajaran Islam, rasionalitas modern, dan aksi sosial pragmatis. Jaringan sekolah dan universitasnya berfungsi sebagai inkubator untuk menumbuhkan "Ma’rifat Quotient" sebuah kesadaran ilahiah yang terintegrasi dengan etos kemanusiaan serta menjadi benteng moderasi beragama (wasathiyyah). Disimpulkan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar penyedia layanan pendidikan, tetapi merupakan arsitek peradaban yang secara aktif membentuk karakter masyarakat Indonesia yang progresif, toleran, dan berdaya saing di panggung global.
INTEGRASI KONTEN LOKAL DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: DINAMIKA, TANTANGAN, DAN PELUANG DI ERA KONTEMPORER Hironimus Dapa; Anugrah Giffari; Ishomuddin
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/60dat794

Abstract

The development of a local content-based curriculum for Islamic Religious Education (PAI) has become a crucial discourse in educational reform. This article analyzes the evolution, dynamics, and implications of integrating local content into the PAI curriculum through a systematic literature review. Findings indicate that the integration of local wisdom, supported by policies like the Kurikulum Merdeka (Emancipated Curriculum), significantly enhances educational relevance, student engagement, and character formation. Modern PAI curricula are also beginning to respond to contemporary issues such as social cohesion through multicultural education, environmental awareness, and digital literacy grounded in Islamic values. Despite these advancements, educators face significant challenges, including resource limitations, training needs, and the complexities of assessment. This article concludes that the success of this curriculum localization hinges on collaborative synergy among policymakers, educators, and the community. Furthermore, innovative teaching approaches are essential to shape students with robust identities, rooted in local culture, yet prepared to meet global challenges.