Nainggolan, Julita Br
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manfaat Pijat Oksitosin pada Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Komperensif untuk Melancarkan Produksi ASI di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat Nainggolan, Julita Br; Pranoto, Heni Hirawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period is a crucial aspect to consider when providing Continuity of Care. If midwives fail to provide optimal care during midwifery care, disrupted production can lead to blocked ducts, insufficient milk supply syndrome, fussy babies, jaundice, and engorgement. Therefore, midwives need to implement oxytocin massage in postpartum care. The method used is descriptive. The report is a case study, involving a postpartum woman in Karang Anyar Village, West Tarakan District. Results obtained during comprehensive care revealed the patient complained of insufficient breast milk production. The midwife provided complementary midwifery care with oxytocin massage. The conclusion is that oxytocin massage can stimulate breast milk production in postpartum women who initially complained of low milk supply. Based on the planning and implementation over three days, oxytocin massage, performed twice daily, in the morning and evening, can help stimulate breast milk production. So the author recommends this oxytocin massage as one method to facilitate breast milk production.   Abstrak Continuity of care didefinisikan asuhan yang berkelanjutan dan terkoordinasi menekankan bahwa asuhan postpartum merupakan bagian krusial dari COC. Kurangnya produksi ASI pada masa nifas dapat menyebabkan komplikasi seperti sindrom ASI tidak mencukupi, bayi rewel, hingga bendungan ASI. Oleh karena itu stimulasi non farmakologis diperlukan dalam penerapan asuhan kebidanan pada ibu secara berkesinambungan dengan pemberian pijta oksitosin pada masa nifas. Studi ini menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan laporan kasus (Case Study). Subjek adalah seorang ibu nifas di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, yang mengalami keluhan kurangnya produksi ASI. Bidan memberikan intervensi pijat oksitosin, dengan frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 3 hari. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan awal subjek adalah kurangnya produksi ASI. Setelah intervensi Pijat Oksitosin sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari, didapatkan peningkatan produksi ASI yang signifikan. Kesimpulannya Pemberian Pijat Oksitosin terbukti efektif menstimulasi dan melancarkan produksi ASI pada ibu nifas dalam kasus ini. Peningkatan frekuensi menyusui, bayi tampak lebih tenang. Pijat Oksitosin disarankan untuk diintegrasikan sebagai bagian dari standar asuhan komplementer untuk mengatasi masalah produksi ASI pada masa nifas. Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk melibatkan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas pijat oksitosin secara statistik.