Kepemimpinan camat berperan penting dan strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat kawasan rawa, terutama dalam relasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan camat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kawasan rawa, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan model kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat desa di Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatoris dan desain naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan informan kunci yang meliputi camat, aparatur kecamatan, tokoh masyarakat, dan warga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa camat memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai sosial budaya lokal ke dalam kebijakan pembangunan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya dalam kerangka desentralisasi. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan camat di Kecamatan Babirik cenderung bersifat paternalistik-demokratis. Tipe kepemimpinan ini ditandai oleh peran camat sebagai pengayom masyarakat sekaligus fasilitator partisipasi warga dalam proses pengambilan keputusan. Kepemimpinan paternalistik-demokratis terbukti mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat, memperkuat kepercayaan sosial, serta mengembangkan kapasitas kolektif dalam pengelolaan potensi ekonomi lokal berbasis kawasan rawa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang peka terhadap nilai kekerabatan dan budaya lokal berkontribusi signifikan terhadap penguatan kemandirian ekonomi masyarakat desa. .