Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Dynamic Governance dalam percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan. Fokus kajian berada pada tiga kapabilitas utama, yaitu berpikir ke depan, berpikir ulang, dan berpikir lintas yang digunakan pemerintah daerah dalam merumuskan, menjalankan, serta menyesuaikan kebijakan penurunan stunting secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thinking ahead terlihat melalui pemanfaatan data pemantauan tumbuh kembang anak sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan jangka panjang. Thinking again tercermin pada mekanisme evaluasi rutin, forum refleksi, serta kemampuan menyesuaikan program berdasarkan kondisi di lapangan. Sementara itu, thinking across tampak jelas dalam penguatan kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan pihak swasta dalam penyediaan intervensi gizi dan edukasi masyarakat. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Dynamic Governance berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting secara efektif, terukur, dan berkelanjutan di Kabupaten Lamongan.