Kinerja karyawan merupakan aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berpengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas dan keberhasilan suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel budaya perusahaan yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dimana budaya kerja diukur dari variabel profesional, keterbukaan, integritas, kekeluargaan, dan kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) dan kinerja karyawan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel budaya perusahaan yang diuji, hanya dua variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, yaitu K3L dengan nilai t-statistik sebesar 4,981 dan keterbukaan dengan nilai t-statistik sebesar 1,993. Variabel lainnya, yaitu profesionalisme, integritas, dan kekeluargaan, tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa nilai R-Square sebesar 0,753, yang berarti kelima variabel laten budaya perusahaan mampu menjelaskan 75,3% variabilitas kinerja karyawan, sedangkan 24,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil ini, perusahaan disarankan untuk meningkatkan penerapan K3L dengan memperkuat sistem keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan guna menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, perusahaan juga perlu meningkatkan keterbukaan dalam komunikasi dan transparansi informasi untuk memperbaiki interaksi antara karyawan dan manajemen, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja.