Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Celluler Automata untuk Prediksi Wilayah Hinterlnad Kota Semarang Imam Rofi'i; Rio Triutomo; Agnesia Putri
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.7882

Abstract

Abstract. Semarang City, as a regional growth center in Central Java, has experienced intensive spatial expansion into its hinterland areas, particularly Semarang Regency, Demak, and Kendal, resulting in land-use changes, infrastructure pressure, environmental degradation, and regional service disparities. Spatial control that remains reactive and relies on static evaluations of the Regional Spatial Plan (RTRW) is considered insufficient to anticipate dynamic urban growth. Limited land availability and population growth have driven land-use conversion toward hinterland areas, particularly Ungaran, which has undergone significant changes as Semarang City shifts toward a trade and service-oriented center. This study is based on urban expansion theory, which views urban development as a process of spatial diffusion of built-up areas from the urban core to surrounding hinterland regions. A quantitative approach using a Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN) model with multitemporal Landsat imagery was applied. Land-use modeling and prediction were conducted up to 2029 using GIS software. The results indicate a significant increase in built-up areas, particularly along major road corridors and toll road access, accompanied by a decline in agricultural land. This study contributes to the development of land-use change prediction models to support sustainable metropolitan spatial planning policies. Abstrak. Kota Semarang sebagai pusat pertumbuhan regional Jawa Tengah mengalami ekspansi spasial intensif ke wilayah hinterland khususnya Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal, yang memicu perubahan penggunaan lahan, tekanan infrastruktur, degradasi lingkungan, dan ketimpangan pelayanan wilayah. Pengendalian pemanfaatan ruang yang masih bersifat reaktif dan berbasis evaluasi statis RTRW dinilai belum mampu mengantisipasi dinamika pertumbuhan kota. Keterbatasan lahan dan pertumbuhan penduduk mendorong alih fungsi lahan ke kawasan hinterland, khususnya Ungaran, yang mengalami perubahan signifikan seiring pergeseran fungsi Kota Semarang menuju pusat perdagangan dan jasa. Penelitian ini didasarkan pada teori urban expansion yang memandang perkembangan wilayah perkotaan sebagai proses perluasan spasial kawasan terbangun dari kota inti ke wilayah hinterland melalui mekanisme difusi dan efek ketetanggaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis Cellular Automata Artificial Neural Network (CA-ANN) dengan data citra Landsat multitemporal. Pemodelan dilakukan hingga tahun 2029 menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kawasan terbangun, terutama di sepanjang koridor jalan utama dan akses tol, disertai penurunan lahan pertanian. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model prediksi perubahan penggunaan lahan sebagai dasar pendukung kebijakan penataan ruang metropolitan berkelanjutan.