Kepuasan kerja merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama pada organisasi sektor publik yang dituntut memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Tingkat kepuasan kerja pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal organisasi. Budaya organisasi sebagai sistem nilai, norma, dan kebiasaan yang dianut bersama dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga mendorong pegawai bekerja dengan lebih nyaman dan produktif. Selain itu, komitmen organisasi yang kuat akan mendorong pegawai untuk tetap terikat secara emosional dan profesional dengan instansinya, sehingga berdampak pada peningkatan motivasi, loyalitas, dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh, melibatkan seluruh populasi sebanyak 75 pegawai. Data diperoleh melalui observasi dan penyebaran kuesioner, serta dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (t hitung = 4,968; sig. 0,000), demikian pula komitmen organisasi (t hitung = 2,290; sig. 0,025). Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan (F hitung = 24,077; sig. 0,000), dengan kontribusi sebesar 40,1%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan budaya organisasi yang harmonis dan peningkatan komitmen pegawai merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepuasan kerja, efektivitas kinerja, dan tata kelola organisasi di lingkungan pemerintahan daerah. Secara praktis, instansi perlu merancang program pembinaan nilai organisasi dan pengembangan kedisiplinan kerja berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai.