Brand awareness merupakan elemen penting dalam membangun posisi dan kekuatan merek di benak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran berbasis Integrated Marketing Communication (IMC) yang diterapkan oleh Brain Coffee Surabaya dalam membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep IMC menurut Kotler dan Keller serta teori brand awareness menurut Aaker sebagai dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain Coffee menerapkan beberapa strategi komunikasi, meliputi digital marketing, advertising, public relations, event marketing, personal selling, dan word of mouth. Digital marketing melalui Instagram menjadi strategi yang paling dominan dalam memperluas jangkauan audiens. Sementara itu, pelayanan interpersonal dan rekomendasi pelanggan (word of mouth) berperan signifikan dalam memperkuat persepsi merek dan mendorong kunjungan ulang. Selain itu, pelaksanaan event berskala kecil dan kolaborasi dengan komunitas turut berkontribusi dalam meningkatkan pengalaman merek (brand experience). Berdasarkan analisis brand awareness, Brain Coffee telah mencapai tahap brand recognition dan sebagian brand recall, meskipun belum sepenuhnya mencapai posisi top of mind.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi yang dilakukan secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan brand awareness Brain Coffee. Dengan penguatan promosi digital, konsistensi visual merek, serta keterlibatan komunitas, Brain Coffee memiliki potensi untuk membangun brand awareness yang lebih kuat di tengah persaingan industri coffee shop di Surabaya.