Afdhal, M Rafi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN AIR TIRIS, KECAMATAN KAMPAR, KABUPATEN KAMPAR Afdhal, M Rafi; Widodo, Teguh
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4546-4551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang menyasar keluarga miskin dan rentan, dengan fokus pada aspek kesehatan dan pendidikan. Melalui pemberian bantuan tunai, PKH diharapkan dapat memicu perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat, berpendidikan, dan mandiri. Di Kelurahan Air Tiris, pelaksanaan PKH memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta kemajuan pemberdayaan ekonomi rumah tangga bagi keluarga penerima manfaat. Program ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga dalam jangka pendek, tetapi juga berupaya memutus siklus kemiskinan antar generasi melalui peningkatan kualitas kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan kapasitas pendapatan di masa depan. Secara khusus, PKH mendorong peningkatan partisipasi sekolah anak dan memastikan pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar seperti pemeriksaan kehamilan dan imunisasi balita. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi program, seperti keterbatasan pendampingan, keterlambatan pencairan bantuan, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban program. Data menunjukkan bahwa dari 1.620 kepala keluarga miskin di Kelurahan Air Tiris, hanya 318 yang menerima manfaat PKH, mengindikasikan distribusi yang belum merata. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perbaikan pada sistem administrasi dan komunikasi program, serta peningkatan kapasitas petugas lapangan, agar bantuan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan secara lebih efektif. Diharapkan, temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi dan rekomendasi untuk peningkatan pelaksanaan PKH di masa mendatang.