Arif Bizikrillah, Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAPABILITAS PEMERINTAH LOKAL LIMA PULUH KOTA DALAM PENGEMBANGAN WISATA TAMAN BERMAIN ANAK AKA BARAYUN 2023-2024 Arif Bizikrillah, Wahyu; Rafi, M.
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4697-4706

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan objek wisata oleh pemerintah lokal dalam hal ini Disparpora, yang terlihat dari minimnya promosi, kurangnya fasilitas, rendahnya aktivitas pedagang, serta menurunnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota dalam pengembangan Objek Wisata Taman Bermain Anak Aka Barayun Lembah Harau Tahun 2023-2024, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pejabat Disparpora, Wali Nagari Harau, penjaga taman, masyarakat, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas Disparpora dalam pengembangan objek wisata belum optimal. Kelembagaan dan koordinasi antarbidang masih lemah, sumber daya manusia dan anggaran terbatas, implementasi kebijakan belum maksimal, fasilitas belum memadai, serta kepemimpinan belum inovatif. Faktor pendukungnya adalah potensi alam Lembah Harau dan dukungan pemerintah daerah, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, dan minimnya peran swasta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapabilitas Disparpora perlu dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, optimalisasi promosi digital, serta kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan pariwisata di Kabupaten Lima Puluh Kota lebih efektif dan berkelanjutan.