Latar Belakang : Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu sentra produksi kopi utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan potensi agroklimat dan citarasa kopi yang khas. Namun, pengembangan usahatani kopi di wilayah ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya produktivitas, pengelolaan kebun yang masih tradisional, keterbatasan modal, serta serangan hama dan penyakit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi produksi kopi, mengidentifikasi permasalahan utama usahatani kopi, serta merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi di Kabupaten Manggarai Timur. Metode : Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Timur dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisis produktivitas, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi kopi Arabika di Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2024 mencapai 8.083 ton dengan distribusi produksi yang tidak merata antar kecamatan. Kecamatan Elar Selatan menjadi wilayah dengan produksi tertinggi, sedangkan beberapa kecamatan lainnya masih memiliki produksi yang relatif rendah. Ketimpangan produksi ini dipengaruhi oleh perbedaan kondisi agroklimat, luas areal tanam, umur tanaman, serta tingkat pengelolaan kebun. Kesimpulan : Strategi pengembangan usahatani kopi di Kabupaten Manggarai Timur diarahkan pada peningkatan intensitas pemeliharaan kebun, penerapan pemangkasan rutin, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, peningkatan kapasitas dan keterampilan petani, serta pengembangan kopi organik. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan pendapatan petani kopi secara berkelanjutan.