Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 2 WATANSOPPENG (Studi Pada Materi Pokok Zat Aditif pada Makanan dan Zat Adiktif) Nur Afni Yulistiawati; Ratnawaty Mamin; Ramlawati Ramlawati
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.683 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif, (2) mengetahui tingkat keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif, dan (3) mengetahui model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik berpengaruh dibandingkan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan model pembelajaran konvensional. Variabel terikatnya adalah keterampilan pemecahan masalah peserta didik pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif.  Populasi penelitian ini adalah Peserta didik kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng yang terdiri atas 7 kelas dengan peserta didik sebanyak140 peserta didik Teknik pengambilan sampel yaitu double random sampling. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII7 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 20 orang dan kelas VII4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 20 orang.  Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes keterampilan pemecahan masalah pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif diberikan pada pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis statistika deskriptif keterampilan pemecahan masalah yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi, sedangkan model pembelajaran berbasis konvensional berada pada kategori sedang. Analisis statistika inferensial diperoleh thitung=2,56>ttabel=1,68. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sedang yang berarti model pembelaran berbasis masalah berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah IPA peserta didik kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif.
Penguatan Karakter Moderasi Beragama Era Artificial Intelligence dalam Sistem Pengelolaan Pendidikan Supriadi, Supriadi; St. Marwiyah; Nur Afni Yulistiawati; Mas'adi, Mas'adi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3889

Abstract

Penguatan karakter moderasi beragama dalam pendidikan menjadi hal yang fundamental sebab setiap peserta didik memiliki tingkat pemahaman beragama yang beragam dan berbeda sesuai dengan keyakinan berlandaskan pada Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Saat ini era revolusi industri memiliki perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu urgensi pendidikan berbasis teknologi artificial intelligence perlu penguatan moderasi sebagai dasar dalam menyiapkan generasi emas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan karakter moderasi beragama era artificial inteligence di SDN 23 Batara Kecamatan Wara Kota Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian mixed methods dengan eksploratory sequenstial design. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan pemahaman dan implementasi moderasi beragama di SDN 23 Batara memiliki peran yang sangat baik sebab peserta didik memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, sikap anti-kekerasan, serta penerimaan yang positif terhadap budaya lokal. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran juga menunjukkan respon positif peserta didik berdasarkan perhitungan statistik deskriptif berada pada kategori setuju dan sangat setuju dengan nilai rata-rata 4,49 yang menandakan bahwa teknologi artificial intelligence berkontribusi positif pada peserta didik dalam meningkatkan motivasi, pemahaman, dan kemampuan bekerjasama. Sehingga penguatan karakter moderasi beragama dengan integrasi teknologi berbasis artificial intelligence terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inklusif, dan toleran.
Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Lesson Study Berbasis Komunitas Fitriah, Nurul; Yulistiawati, Nur Afni
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v4i1.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik guru melalui penerapan lesson study berbasis komunitas. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan fundamental yang harus dimiliki guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru sekolah dasar yang tergabung dalam komunitas belajar, dengan jumlah partisipan sebanyak 20–30 orang. Prosedur penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan model lesson study, validasi ahli, uji coba terbatas, revisi, uji coba luas, hingga menghasilkan produk akhir berupa model lesson study berbasis komunitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, FGD, dokumentasi, serta angket kompetensi paedagogik. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan teknik analisis tematik, serta kuantitatif melalui uji pre-test dan post-test menggunakan analisis deskriptif dan uji beda (t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi paedagogik guru, khususnya dalam aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar, dan evaluasi hasil belajar. Selain itu, keterlibatan guru dalam komunitas lesson study terbukti memperkuat kolaborasi, refleksi, dan inovasi pembelajaran. Dengan demikian, model lesson study berbasis komunitas dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi paedagogik guru sekolah dasar dan dapat diadopsi oleh komunitas guru di berbagai sekolah