This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Isti, Daruwati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELEPASAN SECARA IN-VITRO MANGOSTIN, PIPERIN, DAN CURCUMIN DALAM SEDIAAN PATCH ORAL Ine, Suharyani; Nor, Latifah; Ani, Fatonah; Azhar Dimas, Putra; Siti, Fatma; Amelia, Ramadhita; Isti, Daruwati; Ade, Meisa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.1983

Abstract

Sediaan patch sudah mulai digunakan sebagai alternatif sediaan padat yang inovatif dan menyenangkan ketika digunakan secara oral. Pada penelitian sebelumnya, bentuk patch berbasis kitosan dan alginat dipilih untuk penghantaran mangostin, namun memberikan masalah pada saat pencampuran. Mangostin yang diformulasikan dalam sediaan patch oral dengan basis natrium alginat dan kitosan mengikuti pelepasan Korsmeyer-Peppas sebanyak 80,34+0,32% pada jam ke-3, sementara pelepasan kurkumin hanya sekitar 13%. Pada penelitian ini, dibuat patch patch oral mangostin, piperin dan kurkumin dengan basis yang berbeda yaitu kitosan, hidroksipropilmetilselulosa dan gelatin. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelepasan tiga zat yang berbeda, yaitu mangostin, piperin, dan kurkumin dalam patch oral dengan basis yang sama. Pelepasan patch oral mangostin, piperin, dan kurkumin diuji menggunakan media saliva buatan dan waktu uji selama 3 jam. Studi ini memperlihatkan bahwa profil pelepasan mangostin, piperin, dan kurkumin, dari sediaan patch oral mengikuti model Korsmeyer-Peppas dengan nilai R2 masing-masing 0,9536; 0,9091; dan 0,903. Untuk mangostin mencapai konsentrasi tertinggi yaitu 14,93% pada menit ke-90, dan pada jam ke-3 melepaskan zat aktif 90,96%. Sementara kurkumin mencapai konsentrasi tertinggi pada menit ke-15 sebesar 24,34% dengan pelepasan 95,72% pada jam ke-3, dan piperin mencapai konsentrasi tertinggi pada menit ke-15 sebesar 11,52% dan pada jam ke-3 sebesar 92,33%. Pada model pelepasan Korsmeyer-Peppas, terjadi difusi dan erosi yang disebabkan oleh penggunaan polimer dalam sediaan patch, sehingga pelepasan akan cepat di awal dan menjadi stagnan di akhir. Fenomena ini bermanfaat untuk mendapatkan onset of action yang cepat, namun stabil dalam waktu lama.