Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PERBANYAKAN MUSUH ALAMI SEMUT HITAM ( DOLICHEDERUS THORACICUS ) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA HELOPELTIS, SP PADA KAKAO KABUPATEN SIKKA Mita, Vincensia Alvina; Bolly, Yovita Yasintha; Malado, Mario
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i2.6901

Abstract

This extension and training activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills in propagating the black ant (Dolichoderus thoracicus) as a natural enemy for the biological control of Helopeltis . on cocoa plants. The activity methods included field observation, collection of black ant colonies, construction of artificial nests, maintenance, and monitoring of colony development. Colony propagation was conducted using two types of artificial nests: plastic nests filled with dried cocoa leaves supplemented with sugar solution and shrimp paste, and coconut leaf sheath nests treated with sugar solution and shrimp paste bait. The results showed that black ants play an effective role as biological control agents. The presence of ant colonies around cocoa plants reduced Helopeltis populations through aggressive behavior that repelled and attacked the pests. Prior to propagation, the number and distribution of ant colonies were limited, resulting in suboptimal pest control. After colony propagation and relocation, the number and distribution of ant colonies increased and became more uniform. Plastic nests containing dried cocoa leaves were more rapidly colonized and supported stable colony growth. The use of black ants as biological control agents is environmentally friendly, low-cost, and easy to apply by cocoa farmers, reducing dependence on chemical pesticides.  
Pemberdayaan Kelompok Tani Embu Tombe Wawosumbi Dalam Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Pupuk Organik Di Desa Wolomasi, Kabupaten Ende Saga, Agustinus J.P Ana; Laga, Yulius; Malado, Mario
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan Kelompok Tani Embu Tombe Wawosumbi dalam mengelola limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna (mesin pencacah sabut kelapa, fermentasi, uji unsur hara sederhana), pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan anggota kelompok 38,93% (dari 47,36% menjadi 86,29%), 80 % pengurangan limbah sabut kelapa yang terbuang, berkurangnya penggunaan pupuk kimia hingga 50%, serta terbentuknya kelembagaan kelompok yang lebih mandiri. Program ini berhasil mentransformasi limbah menjadi produk bernilai ekonomi dan mendukung pertanian berkelanjutan
Pembibitan Cabe Rawit Berbasis Media Organik Lokal:Solusi Peningkatan Produksivitas Kelompok Tani Da’an Dadin Waigete Silfandi, Stefanus; Malado, Mario; Bolly, Yovita Yasintha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8479

Abstract

Kelompok Tani Da'an Dadin di Kecamatan Waigete menghadapi permasalahan rendahnya kualitas bibit cabai rawit akibat terbatasnya pengetahuan tentang pemilihan benih, komposisi media semai, pengelolaan persemaian, dan teknik pindah tanam yang tepat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan bibit tidak seragam, angka kematian bibit tinggi, dan produktivitas usaha tani yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 20 orang anggota kelompok tani melalui metode penyuluhan, demonstrasi langsung, dan pendampingan praktik pembibitan menggunakan bahan organik lokal yang tersedia di sekitar Kecamatan Waigete. Pelaksanaan kegiatan pada September 2025 menunjukkan hasil yang signifikan: tingkat kehadiran petani meningkat dari 60% menjadi 100%, pemahaman teknik pembibitan meningkat dari 45% menjadi 80%, keterampilan praktis dari 40% menjadi 80%, dan keberhasilan pindah tanam dari 45% menjadi 85%. Bibit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan lebih seragam dan daya adaptasi lebih baik di lahan. Program ini berkontribusi positif terhadap kapasitas petani dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas cabai rawit secara berkelanjutan di wilayah Waigete.
Penyuluhan dan Pelatihan Pengendalian Penyakit Busuk Daun (Phytophthora) pada Tanaman Tomat bagi Kelompok Tani Watu Manuk di Kecamatan Nita Lado, Hildegundis Albinus; Bolly, Yovita Yasintha; Malado, Mario
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8228

Abstract

Anggota kelompok tani Watu Manuk dihadapkan pada kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi serangan penyakit Phytophthora pada tanaman tomat sehingga dapat memengaruhi produktivitas dan penghasilan ekonomi mereka. Oleh karena itu, penyuluhan dan pelatihan menjadi pendekatan yang efektif untuk membantu petani yang mengalami kendala tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani melalui penyuluhan dan pelatihan pengendalian penyakit Phytophthora pada tanaman tomat di kelompok tani Watu Manuk. Pemahaman dan penerapan teknik pengendalian yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan pertanian tomat. Metode yang digunakan adalah Demonstrasi Cara (Demcar), yaitu penyuluhan dan pelatihan secara langsung kepada petani di lapangan. Sebanyak 11 anggota kelompok tani Watu Manuk dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang mencakup identifikasi gejala penyakit, cara penularan, serta strategi pengendalian yang tepat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktik petani dalam pengendalian penyakit Phytophthora, yang ditunjukkan melalui partisipasi dan kerja sama yang baik antaranggota kelompok tani, serta kemampuan petani dalam menerapkan teknik pengendalian secara mandiri berdasarkan materi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan dan pelatihan sangat diperlukan oleh petani untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya tomat yang berkelanjutan, efektif, dan adaptif terhadap serangan penyakit.Kata kunci: penyuluhan, pelatihan, Phytophthora, tomat, pengendalian penyakit.
Analisis Sifat Kimia Tanah Pada Lahan Budidaya Bunga Kol (Brassicaoleraceavar) Di Pt. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Moa, Yanuarius Reginaldo; Beja, Hendrikus Darwin; Malado, Mario
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah pada lahan budidaya bunga kol di PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya. Penelitian ini telah dilaksanakan di Lokasi lahan budidaya bunga kol (Brassica Oleracea Var). Milik PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya, Yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Sampel tanah diambil untuk dilakukan evaluasi sifat kimia tanah di Laboraturium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan September 2025 sampai dengan bulan Desember 2025. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara acak dengan 5 titik sampel kemudian di komposit menjadi satu. Parameter yang dianalisis meliputi pH tanah,C-Organik,N total, P-olsen, K-dd, dan KTK. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tanah tergolong netral,C-Organik  tergolong sedang,N total sedang, P Olsen sangat tinggi, K-dd tinggi, dan KTK rendah.Secara umum, sifat kimia tanah  dilokasi penelitian dikategorikan sedang sehingga perlu dilakukan pengolahan tanah dengan menambahkan bahan organik untuk meningkatkan KTK sehingga kemampuan tanah untuk menahan dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.