Telah terjadi Banjir di Kabupaten Aceh Selatan yang didahului adanya hujan ekstrim selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 22–24 Oktober 2023. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi atmosfer yang menyebabkan hujan lebat tersebut. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data suhu permukaan laut, data kelembapan spesifik, angin komponen u dan v, kecepatan vertikal pada lapisan 500 hPa, 700 hPa, 850 hPa, dan 925 hPa, data satelit Himawari-9 band 3, 5, 7, 8, 10, 13, dan 15. Teknik analisis deskriptif dengan pendekatan spasial dilakukan setelah pengolahan data yang mencakup parameter suhu permukaan laut, streamline, angin orografis, kecepatan vertikal, divergensi, dan Low Level Moisture Transport (LLMT). Pemantauan sebaran awan dilakukan berdasarkan data Himawari dengan metode Red Green Blue (RGB) Day Convective Storms dan 24 Hour Microphysics, serta Cloud Convective Overlay (CCO). Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan laut meningkat antara 28,5°C hingga 30°C yang menambah suplai uap air, streamline menunjukkan arah angin timuran pada lapisan bawah. Angin orografis, kecepatan vertikal, dan konvergensi menunjukkan terjadinya updraft dan daerah konvergen karena Pegunungan Leuser. Indeks Stabilitas atmosfer dengan nilai K Indeks 36°C, LI Indeks -2,8°C, TT Indeks 44,3°C, SSI -0,5°C, SWEAT 327, CAPE 740 J/kg, CIN 43 J/kg, dan suhu puncak awan -66°C menginterpretasikan terjadinya aktivitas konvektif yang mengakibatkan presipitasi. Penelitian dapat digunakan pemahaman terhadap dinamika atmosfer dan dasar dalam mendukung sistem peringatan dini untuk mitigasi banjir akibat hujan ekstrem terutama wilayah yang memiliki letak geografi yang berada diantara laut dan pegunungan.