Firmansyah, A Amir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comprehensive Maqasid Shariah Analysis of Qur'anic Verses on Adultery Prohibition and Its Social-Legal Implications Firmansyah, A Amir; Ragil Hidayat, Salma; Rizqi Pratiwi, Dian; Abdelmounaim, Graiguer
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/amn.v11i2.138

Abstract

In Islamic law, Muslims are prohibited from committing adultery because it causes moral damage to individuals and society. However, the rate of adultery continues to increase in Indonesia, which has the largest Muslim population. Previous studies on the adultery prohibition have mainly focused on the normative aspect. Therefore, an in-depth analysis using the maqasid shariah is needed to uncover more comprehensive implications. The focus is to explore the prohibition as a normative rule and a comprehensive safeguard for individuals, families, and society. This study employs a thematic exegesis method with a hermeneutic interpretation in library research, analyzing Surah al-Isra' 17:32, al-Nur 24:2, 24:30-31, al-Furqan 25:68-69, al-Nisa' 4:24, and al-Ahzab 33:59, along with the commentaries including Al-Tahrir wa al-Tanwir, Fi Zilalil Qur'an, Al-Munir, Tafsir al-Tabari, and Tafsir al-Qurtubi. The study analyzes Quranic verses prohibiting adultery in relation to the five maqasid shariah: hifz al-din, al-aql, al-nasl, al-nafs, and al-mal. This study reveals that the prohibition protects the maqasid shariah holistically to prevent damage to religion, intellect, offspring, life, and property. It also addresses supporting factors, such as dating, which can trigger unwanted pregnancy and abortion. Research findings reveal that adultery undermines social structures. The prohibition of adultery through hudud laws is a comprehensive Sharia strategy to safeguard societal well-being. This prohibition goes beyond normative prohibitions to safeguard human life universally. This research is expected to enrich the understanding of the objectives of Islamic law and encourage its contextual application in Indonesia. 
Kampung Pancasila, Manifestasi Teo-Demokrasi Pada Kehidupan Sosial Beragama Di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember Firmansyah, A Amir; Sakinatul Mardiyah; Sakinatul Abadiah; Mawaddah, Luthfiyah Tsamratul; Usman, Juhanis Emel; Hidayat, Salma Ragil
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2025): Ri'ayah : Jurnal Sosial dan Keagamaan
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/riayah.v10i2.11309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana nilai-nilai Pancasila dimaknai, dipersepsi, dan diekspresikan dalam kehidupan sosial beragama masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, yang mendeklarasikan diri sebagai “Kampung Pancasila.” Kajian ini menggunakan kerangka Teo-Demokrasi untuk menelaah keterpaduan antara dimensi ketuhanan (teosentris) dan kemanusiaan (antroposentris) dalam praktik sosial masyarakat multikultural. Lima prinsip utama Teo-Demokrasi, yaitu al-Musawah (kesetaraan), al-‘Adalah (keadilan), As-Syūrā (musyawarah), al-Hurriyah (kebebasan), dan Riqabatul Ummah (pengawasan rakyat), digunakan sebagai landasan analitis untuk menjelaskan manifestasi nilai-nilai Pancasila dalam relasi sosial beragama di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman hidup (lived experiences), pemahaman, serta ekspresi masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial beragama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen desa, dengan pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan relevansinya dengan fokus kajian. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi diaktualisasikan secara nyata dalam kehidupan sosial beragama masyarakat Desa Sidomulyo. Praktik toleransi lintas agama, partisipasi musyawarah, keadilan sosial, kebebasan beragama, serta keterbukaan terhadap pengawasan masyarakat berjalan secara harmonis dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Teo-Demokrasi Afifuddin Muhajir relevan sebagai pendekatan analitis untuk membaca praktik keberagamaan masyarakat multikultural, sekaligus menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai nilai hidup (living values) yang menopang kohesi sosial dan demokrasi di tingkat lokal.