Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan memberikan bukti empiris secara parsial maupun simultan pengaruh stress kerja, motivasi kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 responden dengan teknik pengambilan sampel metode sensus. Jenis dan sumber data diperoleh dari sumber data primer. Data dikumpulkan dengan cara membuat kuesioner Mengenai pengaruh stress kerja, motivasi kerja, insentif dan kinerja karyawan. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik uji kualitas kuesioner, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefesien determinasi. Hasil uji validitas menyatakan bahwa semua item pernyataan variabel pengaruh stress kerja, motivasi kerja dan insentif, kinerja karyawan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa variabel stress kerja, motivasi kerja dan insentif, terbebas dari multikolonieritas, tidak terjadi autokorelasi, tidak terjadi heteroskedastisitas dan data terdistribusi normal. Hasil uji analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan stress kerja, motivasi kerja dan insentif, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel stress kerja, motivasi kerja dan insentif, dapat menerangkan variabel kinerja karyawan sebesar 56.8% sedangkan sisanya 43.8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini, misalnya kepemimpinan, budaya organisasi dan lingkungan kerja.