Analiana, Shinta
Universitas SIliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kelompok Kerja Sosial Kolaboratif Dalam Menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan (Studi pada Program Lantera Bumi oleh Pemuda Penggerak Tasikmalaya di Kampung Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya) Analiana, Shinta; Oktiwanti, Lesi; Hamdan, Ahmad
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v13i2.27185

Abstract

Abstrak: Permasalahan keterbatasan pendidikan bagi masyarakat Desa Galumpit mendorong munculnya inisiatif komunitas Penggerak Muda Tasikmalaya (Pager Asik) untuk menyelenggarakan kesetaraan pendidikan secara kolaboratif sehingga menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan kesetaraan pendidikan melalui program Lantera Bumi oleh Gerakan Pemuda Tasikmalaya di Desa Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan melalui program Lantera Bumi oleh Gerakan Pemuda Tasikmalaya di Desa Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya yaitu a) Engagement, intract, contract, pendekatan awal Pager Asik, penyamaan visi untuk membuat kontrak kerjasama dengan PKBM Al-Fattah, Desa Setiawargi, dan Karang Taruna; b) Asesmen, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat Desa Galumpit melalui transect walk dan diskusi warga berbasis MPA; c) Perencanaan, meliputi sosialisasi paket sekolah, pendataan warga belajar, penentuan jadwal & tempat belajar, perekrutan tutor sukarela, dan pembagian peran antar pihak terkait; d) Intervensi, kegiatan pembelajaran, dan pelatihan komputer; e) Monitoring dan Evaluasi, pemantauan dan evaluasi berkala setahun sekali; f) Terminasi, belum dilakukan oleh Pager Asik karena dirasa masyarakat belum mandiri. Kesimpulannya, kelompok kerja sosial kolaboratif yang dipimpin oleh komunitas pemuda yang berkolaborasi dengan berbagai pihak mampu menciptakan sistem kesetaraan pendidikan yang partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan lokal . Kata kunci: kerja kelompok sosial, kolaboratif, penggerak pemuda, kesetaraan pendidikan Abstrak: Masalah batasan pendidikan bagi masyarakat Kampung Galumpit mendorong munculnya inisiatif komunitas Pemuda Penggerak Tasikmalaya (Pager Asik) untuk menyelenggarakan kesetaraan pendidikan secara kolaboratif sehingga menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan kesetaraan pendidikan melalui program Lantera Bumi oleh Pemuda Penggerak Tasikmalaya di Kampung Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian mengenai kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan melalui program Lantera Bumi oleh Pemuda Penggerak Tasikmalaya di Kampung Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya yaitu a) Engagement, intract, contract, Pager Asik pendekatan awal, penyamaan visi hingga melakukan kontrak kerja sama dengan PKBM Al-Fattah, Kelurahan Setiawargi, dan Karang Taruna; b) Pengkajian, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat Kampung Galumpit melalui transect walk dan rembug warga berbasis MPA; c) Perencanaan, meliputi sosialisasi paket sekolah, pendataan warga belajar, penentuan jadwal & tempat belajar, pendanaan tutor relawan dan pembagian peran antar pihak yang terlibat; d) Intervensi, kegiatan pembelajaran dan pelatihan komputer; e) Monitoring dan Evaluasi, pemantauan secara rutin dan monev setiap satu tahun sekali; f) Terminasi, belum dilakukan oleh Pager Asik karena dirasa masyarakat belum mandiri. Simpulannya yaitu kelompok kerja sosial kolaboratif yang dipimpin oleh komunitas pemuda yang berkolaborasi dengan berbagai pihak mampu menciptakan sistem kesetaraan pendidikan yang partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan lokal.Kata kunci: kelompok kerja sosial, kolaboratif, pemuda penggerak, kesetaraan pendidikan