Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Dalam Rangka Mempertahankan Budaya Pencak Silat Pager Banten Tunas Jaya Kelurahan Pengampelan Juhandi, Juhandi; Hanafiah, Hafidz; Prihatin, Joni; Susanto, Budi; Alamsyah, Alamsyah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3gq4jt71

Abstract

Pencak Silat Pager Banten Tunas Jaya merupakan warisan budaya takbenda yang memiliki nilai filosofis, spiritual, dan historis tinggi khususnya di wilayah Banten. Namun eksistensinya kian terancam akibat minimnya regenerasi, keterbatasan dokumentasi, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam promosi dan pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelestarian Pencak Silat Pager Banten Tunas Jaya melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya di Kelurahan Pengampelan Kota Serang sebagai salah satu basis komunitas atau perguron pewaris silat. Kegiatan ini menawarkan adaptasi dan promosi pencak silat kepada para anggota pesilat, pelatih, pengurus padepokan Pencak Silat Pager Banten Tunas Jaya, dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan tokoh silat, pemuda setempat, dan mahasiswa. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas digital peserta, meningkatkan jumlah minat anggota padepokan yang diunggah secara konsisten, serta tumbuhnya kesadaran generasi muda terhadap urgensi pelestarian budaya melalui platform digital. Pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi tekologi bukan hanya relevan, tetapi startegis dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di era digital.
Kajian Quiet Quitting dalam Perspektif Filsafat Stoikisme pada Dosen Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia Alamsyah, Alamsyah; Susanto, Budi; Hanafiah, Hafidz; Bahits, Abdul; Prihatin, Joni
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xxyz6719

Abstract

Quiet quitting, or silent resignation, is a phenomenon in which individuals continue to perform and fulfil their work obligations, but emotional detachment and refusal of extra workloads without adequate compensation are becoming increasingly common among the workforce, particularly the younger generation, including lecturers at private universities. This study aims to examine quiet quitting among private lecturers through the lens of Stoic philosophy, which emphasizes accepting what is beyond one's control, managing emotions, and committing to internal rather than external values. The research approach is qualitative with case study methods and literature reviews related to the research theme. The research findings indicate that some lecturers adopt a similar attitude to quiet quitting, not as a form of passive resignation, but as a self-aware strategy to maintain professional integrity and work-life balance, in line with Stoic principles of eudaimonia and apatheia. However, tensions arise when individual Stoic values clash with institutional demands that emphasize excessive productivity. Stoic values will not apply if the welfare and work environment of private lecturers are deemed to meet the standards of a decent living. This study argues that Stoicism can serve as a reflective framework for understanding quiet quitting not as a decadent work ethic, but rather as a form of ethical resistance to labour exploitation, particularly in the context of structural inequality in private universities. Policy implications include reforming workloads and professional rewards that align with the principles of justice in Stoic ethics.