Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Kerja KKN: Produksi Bedak Dingin Bersama Ibu PKK Desa Kutomulyo Sebagai Upaya UMKM Rumahan Zainal, Andri; Siagian, Akbar Nugraha; Barasa, Andhika Leonardo; Sihombing, Lady Monalisa; Wahyuni, Noven Lisa Sri
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i2.7612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada produksi bedak dingin berkualitas bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Kutomulyo sebagai upaya pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rumahan yang berkelanjutan. Bedak dingin yang diproduksi dalam program ini merupakan produk kecantikan alami yang dibuat dari bahan-bahan lokal berkualitas tinggi yaitu tepung beras pilihan, bubuk daun sirih kering yang telah diproses, serta air mawar yang memberikan aroma dan manfaat kesehatan kulit. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian lapangan yang komprehensif, melibatkan observasi partisipatif yang intensif, wawancara mendalam dengan anggota PKK dan peserta program, serta analisis dokumentasi kegiatan secara mendetail. Pengumpulan data dilakukan melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, dokumentasi proses produksi secara bertahap, evaluasi hasil produk yang teliti, serta analisis mendalam tentang dampak ekonomi dan sosial dari program terhadap kehidupan peserta. Hasil penelitian menunjukkan Program KKN produksi bedak dingin berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ibu PKK secara signifikan tentang produk kecantikan berbahan alami dengan formulasi yang aman dan efektif. Dampak positif program meliputi peningkatan kepercayaan diri peserta, penguatan kohesi sosial antar anggota PKK, serta peningkatan pemahaman tentang pentingnya memproduksi produk berkualitas dan aman bagi konsumen. Tantangan yang masih dihadapi mencakup keterbatasan modal awal untuk pengembangan, kesulitan akses terhadap bahan baku berkualitas stabil, dan keterbatasan strategi pemasaran yang masih bersifat tradisional. Rekomendasi utama penelitian adalah penguatan berkelanjutan melalui pendampingan intensif dan konsisten, pengembangan merek lokal yang kuat dan terkenal, perluasan akses pasar ke area yang lebih luas, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah lokal untuk memastikan keberlanjutan UMKM produksi bedak dingin dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kutomulyo.
Analisis Perkembangan Tata Rias Pengantin Indonesia dari Tradisional Ke Modern Sihombing, Lady Monalisa; Sakinah, Tazkia; Wahyuni, Noven Lisa Sri; BTBR, Nazliah Melati; Panggabean, Elizabeth Glorya; Sianturi, Mawar Angelina Br
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tata rias pengantin Indonesia dari aspek tradisional menuju modern, dengan fokus pada pengaruh budaya, sosial, dan ekonomi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur, melibatkan penelusuran mendalam terhadap dokumen, arsip, jurnal, dan sumber terkait budaya, seni rias, serta industri kecantikan di Indonesia. Teknik pengumpulan data mencakup analisis dokumen historis, literatur akademik, dan wawancara dengan ahli budaya serta praktisi tata rias untuk memperoleh perspektif autentik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tata rias pengantin tradisional Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal, seperti penggunaan bahan alami, motif simbolik, dan elemen keagamaan yang mencerminkan identitas etnis; (2) Transisi ke modern didorong oleh globalisasi, kemajuan teknologi, dan ekspansi industri kecantikan yang memperkenalkan produk kosmetik internasional serta teknik rias kontemporer; (3) Faktor pendorong utama meliputi perubahan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan akses informasi digital; (4) Dampak positifnya adalah peningkatan kreativitas, inovasi dalam seni rias, dan adaptasi terhadap tren global; (5) Tantangan yang muncul mencakup erosi nilai budaya tradisional serta risiko kesehatan akibat penggunaan bahan kimia; (6) Rekomendasi utama adalah integrasi harmonis antara elemen tradisional dan modern untuk melestarikan identitas budaya Indonesia sambil mendorong praktik yang berkelanjutan.