Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa Untuk Penanganan Pasien Gaduh Gelisah Dan Resiko Bunuh Diri Syenshie Wetik; Angela Alfonsin Maria Lusia Laka; Cornelia Fransiska Sandehang
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qcwst903

Abstract

Berbagai perilaku amuk, gaduh gelisah, risiko bunuh diri, serta kekambuhan pasien ODGJ dapat terjadi di masyarakat pada waktu yang tidak dapat diperkirakan. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak aman, kekhawatiran, dan ketakutan di masyarakat karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, muncul stigma dan diskriminasi terhadap pasien ODGJ dan keluarganya yang dapat memperburuk kondisi sosial di lingkungan sekitar. Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) merupakan garda terdepan yang berperan penting dalam menghadapi pasien dan keluarga ODGJ serta mendukung pelayanan kesehatan jiwa di komunitas. Oleh karena itu, kader perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan khusus dalam menghadapi situasi tersebut di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan jiwa di Puskesmas Wawonasa, Kota Manado. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, role play dan simulasi. Hasil: Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 62,7 meningkat menjadi 86,5 pada post-test. Kader menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengenali gejala serta melakukan penanganan awal secara tepat. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan ini efektif meningkatkan kemampuan kader kesehatan jiwa dalam menangani pasien gaduh gelisah dan individu dengan risiko bunuh diri di masyarakat. Saran: Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan diperluas ke wilayah lain agar kapasitas kader dalam pelayanan kesehatan jiwa semakin optimal
Kebutuhan Lansia dalam Menghadapi Bencana: Studi Fenomenologi Lucky Albertus Palenewen; Fidy Randy Sada; Cornelia Fransiska Sandehang; Johanis Kerangan
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7174

Abstract

Older adults are among the most vulnerable populations in disaster situations due to physical, psychological, social, and economic limitations that may exacerbate disaster impacts, including injury, psychological distress, and death. Disasters affect not only the physical safety of older adults but also their emotional and psychological well-being, highlighting the need for disaster management approaches that are sensitive and specialized. This study aimed to explore the needs of older adults in disaster situations. A qualitative study with a phenomenological approach was conducted. Data were collected through in-depth interviews with eight participants who were directly involved in the management and care of older adults during disasters. Data analysis was performed using Colaizzi’s method. The findings revealed four main themes: (1) the need for age-friendly evacuation facilities and infrastructure; (2) limitations in human resources during the evacuation process; (3) the need for health and psychosocial support services, particularly for older adults with cognitive impairments; and (4) the need for institutional and policy support. These findings indicate that the needs of older adults in disaster contexts are multidimensional and interrelated. Therefore, inclusive and integrated disaster management strategies that are oriented toward the specific needs of older adults are essential to enhance their safety, preparedness, and overall well-being during disaster situations.