Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa pada Materi Usaha dan Energi Menggunakan Instrumen Tes Asesmen Kompetensi Minimum berbantuan Aplikasi Quizizz Isnaini, Imay; Sani, Ridwan Abdullah
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 2: December 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i2.17897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa kelas XI MIA 2 pada materi usaha dan energi menggunakan instrumen tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi numerasi dengan bantuan aplikasi quizizz. Instrumen ini dikembangkan secara digital menggunakan Quizizz, yang belum banyak diterapkan dalam asesmen AKM fisika di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan,  implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian sebanyak 36 siswa kelas XI MIA 2 SMA Islam Al- Ulum Terpadu Medan. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 20 soal. Instrumen diuji dari segi validasi ahli, validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan kemampuan literasi numerasi. Hasil uji validitas isi Aiken’s V memperoleh nilai 0,74 berada pada kategori validitas sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 soal dinyatakan valid. Uji reliabilitas sebesar 0,793 tergolong tinggi. Namun, reliabilitas pada soal esai masih tergolong sedang dengan 0,660. Dari hasil tingkat kesukaran, dengan 9 soal dikategorikan sebagai "sukar", dan 11 soal dikategorikan sebagai "sedang". Daya pembeda soal juga menunjukkan hasil yang bervariasi dengan 7 soal dengan kriteria baik sekali, 4 soal dengan kategori baik, 4 soal kategori cukup, dan 5 soal dengan  kategori jelek. Adapun hasil kemampuan literasi numerasi siswa yakni 4 siswa kategori mahir, 18 siswa kategori cakap, 11 siswa kategori dasar, dan 4 siswa kategori perlu intervensi khusus.