Candra, Evita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Candra, Evita; Utaminingsih, Sri
JP2MS Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.2.266-274

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam menentukan strategi pembelajaran matematika yang efektif sehingga berdampak pada kemampuan literasi numerasi peserta didik yang rendah dalam memahami soal cerita matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas I SD 1 Bakalankrapyak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I dengan jumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi pada setiap siklusnya. Pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 52 dan siklus II memperoleh rata-rata 76. Presentase hasil belajar yang menunjukkan kemampuan literasi numerasi peserta didik yang tuntas pada siklus I sebesar 33% dan siklus II sebanyak 67%. Penelitian tindakan kelas dengan penerapan model Problem Based Learning dapat dikatakan berhasil meningkatkan kemampuan literasi numerasi karena telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu rata-rata yang diperoleh mencapai ≥ 70. Jadi, sebaiknya pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan memberikan stimulus berupa permasalahan matematika dalam kehidupansehari-hari dan guru hanya menjadi fasilitator. Dengan demikian, peserta didik lebih dapat menggali kemampuan mereka termasuk kemampuan literasi numerasi pada pembelajaran matematika.