Aktivitas kerja dengan komputer dalam durasi panjang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan kelelahan visual akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keergonomisan postur kerja, kondisi kelelahan mata, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan memberikan saran perbaikan pada staf pengguna komputer dengan sample sebanyak 30 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ergonomi. Instrumen yang digunakan meliputi Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) untuk mengukur tingkat keluhan muskuloskeletal, Rapid Office Strain Assessment (ROSA) untuk menilai risiko postur kerja, dan Visual Fatigue Index (VFI) untuk mengevaluasi tingkat kelelahan mata. Hasil analisis CMDQ menunjukkan bahwa bagian tubuh dengan keluhan tertinggi adalah leher (14,48), punggung bawah (12,82), dan pinggul/pantat (11,25). Berdasarkan hasil ROSA diperoleh skor antara 6 dan 7 yang menunjukkan kategori risiko tinggi. Sementara itu, hasil VFI menunjukkan bahwa sebagian besar responden (63,3%) berada pada kategori kelelahan mata rendah, dan 36,7% berada pada kategori sedang–tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh durasi kerja selama 8 jam, kursi kerja tidak dapat diatur, armrest bertabrakan dengan meja, dan punggung tidak mendapat sandaran . Rekomendasi perbaikan mencakup penggunaan kursi ergonomis, pengaturan posisi monitor sejajar pandangan mata, penerapan istirahat mikro, serta edukasi mengenai postur kerja yang benar untuk mencegah gangguan muskuloskeletal dan kelelahan visual.