Puspa, Putu Gadis Arvia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keluarga Berencana Dan Realitas Reproduksi Perempuan Bali Dalam Menentukan Hak Kesehatan Reproduksi Dalam Sistem Masyarakat Adat Di Bali Puspa, Putu Gadis Arvia; Soetjipto, Ani Widnyani; Adelina, Shelly
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.19422

Abstract

Instruksi gubernur Bali dalam program Keluarga Berencana (KB) Bali empat anak yang digaungkan atas nama pelestarian budaya lokal justru menimbulkan kontradiksi dalam konteks kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kebijakan KB Bali empat anak membentuk dan memperkuat beban reproduksi perempuan Bali, baik secara biologis maupun sosial, serta bagaimana mereka merespons tekanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara terhadap perempuan Bali yang aktif dalam struktur masyarakat adat. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Feminist Everyday Political Economy dari Elias dan Rai yang mengkaji dimensi space (ruang), time (waktu), dan violence (kekerasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh perempuan Bali dikonstruksikan sebagai ruang sosial dan simbolik yang tidak lepas dari kontrol suami, keluarga, negara, dan adat. perempuan mengalami kelelahan berlapis karena waktu mereka habis untuk kehamilan, persalinan, menyusui, pengasuhan anak, dan kerja repproduksi lainnya, tanpa ruang pemulihan. Sementara itu, dalam dimensi kekerasan (violence), terdapat dominasi praktik kontrasepsi yang dibebankan secara tidak setara kepada perempuan, serta minimnya keterlibatan laki-laki dalam tanggung jawab kontraseptif. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan KB tidak boleh mengabaikan pengalaman beban berlapis yang dihadapi perempuan, konteks sosial, ekonomi, dan budaya. Kata kunci: Keluarga berencana, kesehatan reproduksi, perempuan Bali, kontrasepsi