Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRENGHTHENING EXERCISE DAN PROPRIOCEPTIVE EXERCISE PADA FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY Donal Syafrianto; Arif Fadli Muchlis; Nuri putri ayu
Jurnal Sporta Saintika Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Sporta Saintika Edisi Maret
Publisher : Jurusan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v6i1.169

Abstract

Functional ankle instability didefinisikan sebagai perasaan subjektif dari ketidakstabilan dan cedera berulang pada pergelangan kaki ,keseleo pergelangan kaki simtomatik (atau keduanya) karena defisit proprioceptive dan neuromuskuler, hal ini mengakibatkan terjadinya keterbatasan partisipasi seseorang yang mengalami cedera dalam aktivitas olahraga. Tujuan penelitian, untuk mengetahui pengaruh latihan proprioceptive dan latihan strengthening pada kasus functional ankle instability dalam meningkatkan stabilitas fungsional pergelangan kaki. Metode Penelitian, eksperimen dengan one group pre and post test design. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang laki-laki usia 20-28 tahun dengan nilai Cumberland Ankle Isntability Tool tidak lebih dari 24. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Strengthening Exercise Dan Proprioceptive Exercise pada functional ankle instability memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan nilai stabilitas fungsional ankle rerata pre-test 20.70±1.418 dan rerata post-test 25.65±1.137 dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan, Pemberian Latihan Proprioceptive dan latihan Strengthening pada functional ankle instability secara signifikan dapat meningkatkan stabilitas fungsional pergelangan kaki.
MANIPULASI VISERAL LEBIH BAIK DARIPADA SENAM AEROBIK DALAM MENGURANGI PRIMARY DYSMENORRHEA PADA MAHASISWI DI POLTEKKES Dr.RUSDI MEDAN Nuri Putri Ayu; DW. Pt. Gde Purwa Samatra; S. Indra Lesmana
Sport and Fitness Journal Volume 5, No. 1, 2017
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.18 KB)

Abstract

Berbagai gejala yang dirasakan wanita saat menstruasi sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga produktivitas menjadi menurun. Primary Dysmenorrhea berat dengan gejala tidak dapat mengerjakan apapun, ada yang pingsan, merasa mual, muntah. Primary Dysmenorrhea ringan biasanya mengalami pegal pada paha, sakit pada payudara, perut kembung, sakit kepala, sakit punggung, merasa lelah, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh, tidur terganggu. Untuk mengurangi Primary Dysmenorrhea ada beberapa intervensi seperti manipulasi viseral dan senam aerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa perbedaan manipulasi viseral dengan senam aerobik dalam mengurangi primary dysmenorrhea pada mahasiswi di Poltekkes Dr.Rusdi Medan. Design penelitian ini menggunakan metode penelitian experimental study pre dan post test design. Didapatkan sampel berjumlah 30 orang yang didapatkan dari hasil sistematik random sampling. Kelompok pertama dilakukan manipulasi viseral (n=15). Kelompok kedua dilakukan senam aerobik (n=15). Penelitian ini dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu menggunakan skor MSQ (Menstrual Symptom Quetionare). Dari analisis statistik parametrik dengan uji hipotesis paired samples t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan kedua kelompok perlakuan secara signiikan dapat menurunkan primary dysmenorrhea, nilai rerata sebelum perlakuan kelompok I 93,07±8,03 dan sesudah perlakuan 46,73±5,21 nilai p=0,00 (p<0,05). Pada kelompok perlakuan II didapatkan nilai rerata sebelum perlakuan 93,87±9,65 dan setelah perlakuan 53,27±3,24 nilai p=0,00 (p<0,05). Pada hasil uji Independent Samples Test, didapatkan hasil p=0,00 (p<0.05) yang berarti ada perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan I dengan kelompok perlakuan II. Simpulan pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa kelompok perlakuan manipulasi viseral lebih efektif daripada senam aerobik dalam mengurangi primary dysmenorrhea pada mahasiswi di Poltekkes Dr.Rusdi Medan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEXIBILITY MAHASISWI UNIVERSITAS MURNI TEGUH Purba, Jhon Roby; Anggriani, Theresia; Sinaga, Tuty Swarni; Ayu, Nuri Putri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3478

Abstract

AbstrakFleksibilitas merupakan salah satu komponen penting kebugaran jasmani yang menunjang aktivitas fungsional dan mencegah terjadinya cedera muskuloskeletal. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif sering mengalami penurunan fleksibilitas akibat rutinitas akademik yang mengharuskan mereka duduk dalam waktu lama, kurangnya aktivitas fisik yang terstruktur, serta meningkatnya penggunaan gawai dalam kegiatan belajar dan hiburan. Kondisi tersebut mengakibatkan ketegangan otot dan keterbatasan rentang gerak yang berdampak pada kualitas hidup dan kinerja fisik sehari-hari. Latihan pilates dikenal sebagai metode latihan yang efektif untuk meningkatkan fleksibilitas melalui gerakan yang terkontrol dan berfokus pada stabilitas inti tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan pilates dalam meningkatkan fleksibilitas pada mahasiswa murni. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test dalam satu kelompok. Sebanyak 10 orang mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi mengikuti program pilates selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Pengukuran fleksibilitas dilakukan dengan menggunakan sit and reach test sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan nilai fleksibilitas yang signifikan setelah intervensi Pilates p=0,000 (p<0,05). Nilai rata-rata sit and reach meningkat dari 9,64 ± 6,54 cm menjadi 15,36 ± 6,16 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah senam Pilates efektif dalam meningkatkan fleksibilitas pada mahasiswi Universitas Murni Teguh. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program peningkatan kebugaran jasmani di lingkungan kampus, khususnya pada mahasiswi.Kata kunci: Latihan Pilates, fleksibilitas, mahasiswi, tes duduk dan meraih.
William Flexion Exercise Dan Infra Red Pada Low Back Pain Myogenic Nuri Putri Ayu; Intan Harared; Afrida Yesi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/t1ef5313

Abstract

Low back pain myogenic merupakan keluhan musculoskeletal yang sangat umum dan menjadi penyebab utama disabilitas global. Prevalensi low back pain di dunia mencapai 84%, dengan 23% kasus bersifat kronis, dan sekitar 12% populasi mengalami disabilitas akibat kondisi ini.  Keluhan yang terjadi bisa bervariasi dari rasa nyeri ringan hingga nyeri hebat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderita. Intervensi fisioterapi yang dapat diberikan pada penderita low back pain adalah william flexion exercise dan infrared. Intervensi tersebut digunakan untuk mengurangi nyeri low back pain Miogenik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada masyarakat Padang yang telah melewati proses pemeriksaan dan memenuhi kriteria mengikuti pendampingan latihan. Intervensi diberikan dengan frekuensi latihan 2 kali seminggu selama 2 minggu, durasi 10 menit untuk intervensi infrared dan 10-15 menit untuk intervensi william flexion exercise (tergantung jumlah variasi gerakan dan toleransi nyeri pada pasien). Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 15 orang usia 30-35 tahun, intervensi dilakukan dengan pendampingan 3 orang narasumber dan 2 orang mahasiswa sebagai fasilitator latihan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan intervensi william flexion exercise dan infrared terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita low back pain myogenik. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai hasil Uji Statistik (p=0.000) < α (0.05).
Effectiveness Of Abdominal Stretching Exercises On Reducing Dysmenorrhea In High School Students In East Aceh District Nuri Putri Ayu; Jhon Roby Purba; Arini Clara Hutauruk
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.579

Abstract

Menstruation is a natural process in which the inner lining of the uterus (endometrium) is shed through the vagina. Menstruation often causes symptoms such as lower abdominal pain, constipation, diarrhea, thigh pain, breast tenderness, bloating, headaches, nausea, vomiting, backaches, fatigue, irritability, loss of balance, clumsiness, and disturbed sleep. In severe cases, symptoms such as inability to perform tasks or fainting can even occur. These symptoms are known as dysmenorrhea. Dysmenorrhea is painful menstrual flow. In school-aged adolescents, dysmenorrhea can significantly disrupt daily activities, sometimes requiring them to miss school. Abdominal stretching exercises are a physiotherapy intervention to reduce dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the effectiveness of abdominal stretching exercises in reducing dysmenorrhea in high school students in east aceh regency. This research design uses an experimental research method with one group pre and post test design. The sample size was 15 people. This study was conducted for 8 weeks with a frequency of 3 times a week and a duration of 10-15 minutes per exercise session. Pain measurement used nrs (numeric rating scale). The results of statistical analysis significantly showed a decrease in pain after the intervention p = 0.000 (p <0.05) with a mean value before the intervention of 7.51 ± 0.91 and after the intervention of 4.20 ± 0.86. The conclusion of this study is that abdominal stretching exercise is effective in reducing dysmenorrhea in high school students in east aceh regency.
The Relationship Between Physiotherapy Therapeutic Communication And Parents' Self-Efficacy In Implementing Home Programs For Children With Special Needs At The Special Children's Center Clinic In Medan Nuri Putri Ayu; Leandra Erdina Usmani; Jhon Roby Purba; Enny Selawaty Boangmanalu
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.1107

Abstract

The success of home programs for children with special needs is greatly influenced by the active involvement of parents. One factor thought to play a role in increasing parental self-efficacy is therapeutic communication conducted by physiotherapists during the rehabilitation process. Effective therapeutic communication can improve parents' understanding, motivation, and confidence in carrying out exercises independently at home. This study aims to analyze the relationship between physiotherapy therapeutic communication and parental self-efficacy in implementing home programs for children with special needs at the Special Children's Center Clinic. This study used an observational, analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 22 parents of children with special needs selected using a total sampling technique. Data collection was conducted using the Physiotherapy Therapeutic Communication Instrument and the Home Program Self-Efficacy Questionnaire. Data analysis included univariate analysis, the Shapiro–Wilk normality test, and the Spearman Rank correlation test with a significance level of p<0.05. The results of this study showed that most respondents rated physiotherapy therapeutic communication as good (81.8%) and had a high level of self-efficacy (68.2%). The Spearman Rank correlation test showed a significant positive relationship between physiotherapy therapeutic communication and parental self-efficacy in implementing home programs (rₛ = 0.432; p = 0.045). This study concluded that there was a significant positive relationship between physiotherapy therapeutic communication and parental self-efficacy in implementing home programs for children with special needs. Improving the quality of physiotherapy therapeutic communication has the potential to increase parental confidence in carrying out exercises at home, thus supporting the success of child rehabilitation.