Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Cegah Stunting Dengan Pemanfaatan Pangan Lokal Daun Kelor (Moringa Oleifera) Salsabilah, Putri; Imansari, Adillah; Rahim, Alfrizal; Labada, Feika Fransiska; Lambulae, Della Eka Sari; Lisdayanti, Lisdayanti; Firda, Firda; Putri, Gilva Aprilya Ananda; Hulungo, Rieke; Safitri, Rizka; Hasanah, Nur; Sosang, Putri Tinanta; Nabila, Septiani Putri; Jawayanti, Alita; Lestari, Sri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1055

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah, dengan prevalensi cukup tinggi di Kabupaten Donggala. Salah satu penyebab utama stunting adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya zat gizi dan mudah diperoleh. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan daun kelor sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan PMT (puding kelor dan pisang hijau kelor), serta pemantauan dan evaluasi melalui kuesioner dan uji daya terima produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan kategori sedang (76,9%) dan sebagian kecil pada kategori baik (23,1%). Respon balita terhadap produk bervariasi, dengan pisang hijau kelor lebih disukai dibandingkan puding kelor. Program ini berhasil meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting dan diharapkan dapat berkelanjutan melalui kader posyandu serta dukungan pemerintah daerah.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MABELOPURA rahim, alfrizal; Rammang, Sisilia; Arniawan3, Arniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54783

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mabelopura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan sebanyak 151 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 60 responden. Dari total 60 responden, sebanyak 27 responden (45,0%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 33 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 34 orang (56,7%), sementara 26 orang (43,3%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus d wilayah kerja UPTD Pusekesmas Mabelopura. Disarakan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi UPTD Puskesmas Mabelopura dalam meningkatkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MABELOPURA rahim, alfrizal; Rammang, Sisilia; Arniawan, Arniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55096

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mabelopura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan sebanyak 151 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 60 responden. Dari total 60 responden, sebanyak 27 responden (45,0%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 33 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 34 orang (56,7%), sementara 26 orang (43,3%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus d wilayah kerja UPTD Pusekesmas Mabelopura. Disarakan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi UPTD Puskesmas Mabelopura dalam meningkatkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.