Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pelaku usaha mikro Muslim memaknai dan mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi ekonomi Islam dalam praktik bisnis sehari-hari, khususnya dalam konteks interaksi transaksional dan pembentukan kepercayaan. Pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif digunakan untuk menelusuri pengalaman subjektif pelaku usaha, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung pada aktivitas usaha, dan dokumentasi pendukung. Partisipan penelitian terdiri dari 12 pelaku usaha mikro Muslim di Provinsi Riau yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam aktivitas bisnis berbasis nilai syariah. Hasil analisis menunjukkan tiga tema utama: pertama, komunikasi beretika sebagai ekspresi religiusitas yang tercermin dalam kejujuran, amanah, dan sopan santun; kedua, negosiasi nilai syariah dalam dinamika pasar yang kompetitif; dan ketiga, komunikasi relasional yang berperan sebagai media dakwah bil-hal serta penguat loyalitas pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi ekonomi Islam bukan hanya instrumen transaksi, tetapi juga mekanisme spiritual dan sosial yang membentuk identitas moral pelaku usaha. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model komunikasi ekonomi Islam yang kontekstual dan menawarkan dasar bagi peningkatan literasi bisnis syariah di kalangan UMKM.