Kultivar padi lokal merupakan padi yang ditanam oleh leluhur dan masih bertahan hingga saat ini. Kultivar lokal telah beradaptasi dalam waktu yang lama pada suatu wilayah tertentu, termasuk terhadap jenis serangga yang berasosiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis dan keragaman serangga serta hubungannya dengan produksi beberapa kultivar padi lokal yang berbeda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kultivar sebagai perlakuan dan lima kelompok. Perlakuan meliputi kultivar Kusuik Putiah, Kuriak Kusuik, Kuriak Putiah, Empat Bulan Putiah, dan Cantik Manis. Penanaman padi dilakukan di daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui jenis, populasi dan keragaman serangga pada setiap kultivar. Pengamatan dilakukan mulai dari fase vegetatif sampai panen. Pengumpulan serangga dilakukan menggunakan jaring ayun dan perangkap stiky kuning selama 4 kali pengamatan. Identifikasi dilakukan dengan mengamati morfologi serangga yang diperoleh dari setiap kultivar di laboratorium. Produksi setiap kultivar diamati dengan mengukur bobot gabah kering. Indeks Shannon-Wiener digunakan untuk menentukan indeks keragaman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kultivar padi lokal Sumatera Barat ditemukan beberapa ordo serangga yaitu: Coleoptera, Diptera, Hemiptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Odonata, Orthoptera. Indeks keragaman serangga pada setiap kultivar yang berbeda tidak berbeda nyata sesamanya. Nilai indeks keragaman pada kultivar padi lokal yaitu berkisar 1,70 sampai 2,02. Tidak ada hubungan antara kelimpahan individu serangga dengan produksi padi beberapa kultivar lokal Sumatera Barat.