Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan pendekatan biaya proses dalam menentukan biaya produksi gorong-gorong di UD Indra Jaya, sebuah UMKM yang berfokus pada pembuatan bahan bangunan dengan sistem produksi massal. Saat ini, UD Indra Jaya masih mengandalkan metode perhitungan biaya produksi yang sederhana, yang berpotensi menghasilkan informasi biaya yang kurang tepat dan berdampak pada kesalahan dalam penetapan harga jual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pemilik serta pengumpulan data yang berkaitan dengan biaya produksi. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan ke dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan mengikuti langkah-langkah metode biaya proses, termasuk perhitungan total biaya produksi, unit ekuivalen, biaya per unit, dan penyusunan laporan biaya produksi. Hasil peneloitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode biaya proses dapat memberikan informasi tentang harga pokok produksi yang lebih rinci dan mencerminkan kondisi produksi yang sesungguhnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan laporan biaya produksi tahun 2024, UD Indra Jaya telah memproses sebanyak 3.024 unit dengan total biaya produksi mencapai Rp244.524.000. Dengan menggunakan metode biaya proses, diperoleh harga pokok produksi per unit sebesar Rp81.265,39 yang mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Biaya ini dialokasikan untuk produk jadi sebesar Rp187.235.456,45 dan produk dalam proses akhir senilai Rp57.288.543,55, sehingga seluruh biaya produksi telah dibagi dengan akurat dan konsisten.