Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN UNTUK MENGETAHUI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI EKOSISTEM HUTAN SERENGSENG Farah Diena; Aulia Mutia Wulan sari; Ika Sulis Setyowati; Ariesty Maharani; Rachel Lydia Sihotang; Namira Nanda Julyta; Jesica Dewi Afsari; Edward Alifin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tzqzz118

Abstract

Hutan kota berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan serta mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan dan menganalisis struktur serta keanekaragaman vegetasi di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. Pengambilan data dilakukan pada Oktober 2025 menggunakan metode transek dan plot bertingkat yang mencakup tingkat pertumbuhan semai, pancang, tiang, dan pohon. Analisis data dilakukan dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef, dan indeks kemerataan Evenness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman vegetasi pada tingkat semai dan pancang tergolong rendah, dengan nilai H’ masing-masing sebesar 0,77 dan 0,73, akibat dominansi kuat spesies Abrus precatorius. Pada tingkat tiang dan pohon, nilai keanekaragaman meningkat ke kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,85 dan 1,89, yang menunjukkan distribusi individu antarspesies yang lebih merata. Spesies dengan INP tertinggi pada tingkat semai dan pancang adalah Abrus precatorius, sedangkan pada tingkat tiang dan pohon didominasi oleh Terminalia catappa dan Adenanthera pavonina. Secara keseluruhan, struktur komunitas vegetasi menunjukkan proses suksesi yang berlangsung secara bertahap. Hutan Kota Srengseng memiliki potensi ekologis yang penting, namun diperlukan upaya pengelolaan lanjutan untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, khususnya pada tingkat regenerasi awal.