Penatalaksanaan pasien kritis, terutama pasien dengan sepsis dan syok sepsis, membutuhkan terapi cairan intravena. Namun, masih ada perdebatan di klinik tentang jenis cairan resusitasi yang paling baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara naratif bukti ilmiah terbaru tentang seberapa efektif kristal imbang dibandingkan saline normal dalam resusitasi cairan pada pasien yang mengalami syok sepsis. Penelitian menggunakan pertimbangan cerita. Dengan menggunakan operator Boolean AND, artikel dikumpulkan melalui database PubMed, ScienceDirect, EBSCOhost, dan Google Scholar dengan kata kunci seperti "kristal cair yang seimbang", "resusitasi cairan normal", "sepsis", dan "perawatan kritis". Kerangka PICOS (Populasi: pasien dewasa yang menderita sepsis atau syok sepsis; Intervention: kristalloid yang seimbang; Perbandingan: saline normal; Hasil: mortalitas, cedera ginjal akut, dan luaran klinis; Desain penelitian: tinjauan sistematis, meta-analisis, dan tinjauan kisah). Artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2019–2025. Lima artikel yang memenuhi kriteria analisis dipilih melalui proses seleksi yang didasarkan pada alur PRISMA. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan crystalloid yang seimbang cenderung memiliki hasil klinis yang lebih baik, terutama dalam hal mengurangi risiko cedera ginjal akut dan komplikasi metabolik. Mereka juga menunjukkan tren penurunan kematian dibandingkan dengan saline normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan cairan resusitasi harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien dan disertai dengan pengawasan ketat dan strategi manajemen cairan yang dinamis.