Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan pengaruh besar terhadap pola perilaku generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam memperoleh pengetahuan dan menentukan keputusan investasi. Media sosial kini berfungsi sebagai saluran utama penyebaran informasi keuangan dengan karakteristik cepat, interaktif, dan menarik secara visual. Literasi keuangan memiliki peran penting dalam menjaga agar keputusan investasi tetap rasional serta sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh media sosial dan tingkat literasi keuangan terhadap keputusan investasi mahasiswa di pasar modal syariah. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dengan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria convergent validity dan konsistensi internal. Nilai R-square sebesar 0,693 menunjukkan bahwa media sosial dan literasi keuangan secara simultan mampu menjelaskan 69,3% variasi keputusan investasi mahasiswa. Secara parsial, media sosial berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur 0,419 (t-statistic 4,620; p-value 0,000), sedangkan literasi keuangan memberikan pengaruh lebih dominan dengan koefisien jalur 0,526 (t-statistic 5,372; p-value 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan syariah merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas keputusan investasi mahasiswa, sementara media sosial berperan sebagai sarana informasi yang mendorong minat berinvestasi. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya peran aktif lembaga pendidikan, regulator, dan pelaku industri keuangan dalam mengembangkan strategi edukasi terpadu berbasis literasi keuangan syariah yang dipadukan dengan pemanfaatan media sosial. Dengan demikian, keputusan investasi generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh tren digital, tetapi juga didasarkan pada analisis rasional serta nilai-nilai Islam.