Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI GENDER DALAM LIRIK LAGU ORANG BARU LEBE GACOR: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Mutiara Tantowi; Rusdatul Inayah; Salwa Sabila
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hetncg48

Abstract

Lirik lagu sebagai produk populer berpotensi untuk merepresentasikan dan mereproduksi nilai-nilai sosial, salah satunya ialah representasi gender. Lagu dengan judul Orang Baru Lebe Gacor yang sempat viral di media sosial menunjukkan adanya relasi gender yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gender yang ada menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Metode yang digunakan yaitu deskripstif kualitatif dengan data berupa lirik lagu. Analisis ini dilakukan dengan tiga dimensi wacana Norman Fairclough, diantaranya dimensi teks, dimensi praktik wacana, dan dimensi sosial budaya. Dimensi teks yaitu analisis yang berfokus pada struktur kalimat, kosakata, metafora, dan kohesi koherensi dari suatu kalimat. Dimensi praktik wacana yaitu analisis yang berhubungan dengan proses produksi dan konsumsi teks. Dimensi sosial budaya adalah praanggapan bahwa konteks sosial merupakan pengaruh sebuah wacana dapat muncul dalam teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan dalam posisi subordinat melalui pilihan diksi dan sudut pandang yang didominasi oleh laki-laki. Penelitian ini mengungkap bahwa lirik lagu tidak bersifat netral namun memiliki peran dalam melanggengkan ideologi patriarki dalam masyarakat.
Fungsi Deiksis dalam Membangun Relasi Emosional Tokoh pada Film Pendek Seutas Kenangan: (Pendekatan Sosiopragmatik) Mutiara Tantowi
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): April: Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v4i2.2644

Abstract

This study analyzes the function of deixis in building emotional relationships between characters in the short film "Seutas Kenangan" using a sociopragmatic approach. Besides being a medium for communication, language also functions as a medium for expressing distance, closeness, and social relationships that impact the emotional relationships that occur. Therefore, this study aims to examine how various types of deixis play a role in building emotional relationships between characters. The method used in this study is descriptive qualitative with data in the form of dialogues obtained through listening and note-taking techniques. This analysis was conducted by identifying the types of deixis, analyzing sociopragmatic aspects, and then interpreting the emotional relationships created. Based on the results of the study, there are deixis of person, time, place, social, and discourse that are related in representing emotional relationships. The emotional relationships found in this analysis include affection, longing, inner conflict, avoidance, and emotional stress due to prevailing social norms. The relationship between the function of deixis and the sociopragmatic approach shows that the function of deixis is not merely a referent indicator, but can also be a strategy for representing emotional relationships influenced by social and cultural conditions.