Pendidikan biologi di Indonesia sering kali dianggap membosankan oleh siswa akibat pendekatan konvensional yang fokus pada hafalan dan teori abstrak, yang mengurangi motivasi intrinsik serta partisipasi aktif. Masalah ini diperburuk oleh dominasi metode ceramah di sekolah, padahal generasi Z lebih tertarik pada konten interaktif digital. Laporan UNESCO (2022) menunjukkan bahwa 60% siswa Indonesia merasa jenuh dengan biologi, yang menyebabkan pemahaman konsep yang lemah dan minat sains yang rendah. Penelitian ini menawarkan bioedutainment sebagai solusi, yakni menggabungkan biologi dengan elemen hiburan melalui permainan, narasi, dan karakter inspiratif—baik fiksi maupun nyata seperti ilmuwan atau hewan—yang digabungkan dengan Discovery Learning dan Problem Based Learning (PBL) untuk merangsang eksplorasi mendalam serta penyelesaian masalah yang relevan. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka, yang mendorong pembelajaran aktif untuk meningkatkan literasi sains dan kemampuan abad ke-21 dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. Melalui eksperimen yang dikontrol pada siswa sekolah menengah, penelitian ini bertujuan mengukur peningkatan motivasi intrinsik, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis. Hasil awal menunjukkan potensi besar dalam mengubah pengalaman belajar biologi menjadi lebih menarik dan efektif, memberikan kontribusi bagi ilmu pendidikan yang inovatif di Indonesia.