Penelitian ini membahas bagaimana sosok perempuan menunjukkan kekuatan dirinya untuk melawan aturan cantik dan penilaian fisik dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena body shaming dan tekanan sosial terhadap penampilan fisik perempuan yang sering dianggap wajar namun bersifat menindas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses perubahan karakter Rara, dari seorang perempuan yang merasa dirinya hanya dinilai dari penampilan, menjadi sosok mandiri yang berani menentukan kebahagiaannya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Analisis dilakukan pada adegan-adegan kunci menggunakan perspektif teori feminisme film E. Ann Kaplan, khususnya melalui analisis representasi dan stereotip kecantikan yang diuraikan melalui konsep 'tatapan' (the gaze) serta objektifikasi." Data penelitian juga diperkuat melalui hasil wawancara dengan produser Chand Parwez Servia dan sutradara Ernest Prakasa untuk memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara jujur menggambarkan bagaimana aturan kecantikan digunakan sebagai alat penindas, baik di lingkungan keluarga maupun pekerjaan. Transformasi Rara membuktikan bahwa kemenangan sejati perempuan bukan terletak pada perubahan fisik demi memenuhi standar orang lain, melainkan pada keberanian untuk menetapkan batasan dan menerima diri apa adanya. Temuan ini sejalan dengan pernyataan Ernest Prakasa bahwa memutus kebiasaan mengomentari fisik adalah langkah krusial untuk menjaga jati diri perempuan agar tidak hancur oleh tekanan sosial. Film ini berhasil mengedukasi penonton bahwa nilai seorang manusia terletak pada kualitas diri, bukan pada kesempurnaan penampilan luar.