Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas internal pemilik usaha sebagai sumber daya strategis dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berdasarkan perspektif Resource-Based View (RBV), mengkaji proses adopsi teknologi melalui Technology Acceptance Model (TAM), mengidentifikasi kesesuaian pemanfaatan AI dengan tugas kerja menggunakan pendekatan Task–Technology Fit (TTF), serta mendeskripsikan dampak pemanfaatan AI terhadap kinerja pemasaran UMKM Rumah Lemon PKU, khususnya pada aspek efisiensi, penjualan, dan engagement konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, dengan fokus pada pemilik UMKM Rumah Lemon PKU sebagai subjek utama penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik kualitatif untuk menggali pola dan makna dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi AI didorong oleh persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) dan persepsi kebermanfaatan (Perceived Usefulness) sebagaimana dijelaskan dalam TAM. Selain itu, ditemukan tingkat kesesuaian teknologi-tugas (TTF) yang tinggi, terutama dalam produksi konten pemasaran dan otomatisasi layanan dasar. Pemanfaatan AI terbukti memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional dengan penghematan biaya pemasaran sekitar 70–85%, peningkatan efisiensi waktu, serta mendukung akuisisi konsumen baru. Sejalan dengan perspektif RBV, nilai strategis AI sangat bergantung pada kapabilitas internal pemilik dalam mengelola dan memanfaatkannya secara optimal.