Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REIMAJINASI AKUNTANSI SOSIAL: MODEL AKUNTANBILITAS BERBASIS RITUAL DAN NORMA ADAT DI KAMPUNG CIKONDANG Tiara; Febrianti Nur Gunawan; Airis Febriyanti Sugandi; Widiya Zahrah; Dina Salsa Agisni; Nazla Marsha Lauda Jauhar
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/dqm9sn25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mereimajinasikan konsep akuntansi sosial melalui kajian mendalam terhadap mekanisme akuntabilitas berbasis ritual dan norma adat di Kampung Adat Cikondang. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana sistem budaya yang bersifat lisan, simbolik, dan komunal mampu menjalankan fungsi pengawasan, pelaporan, dan pertanggungjawaban tanpa instrumen akuntansi formal. Kajian ini menelaah bentuk-bentuk pertanggungjawaban sosial yang lahir dari praktik adat, termasuk musyawarah kampung, ritual pengesahan, serta aturan tidak tertulis yang mengatur perilaku kolektif. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi peran nilai adat dalam membangun akuntabilitas, menggambarkan proses pelaporan berbasis komunal, dan merumuskan model akuntansi sosial berbasis kearifan lokal yang relevan secara teoretis maupun praktis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain etnografi mini, menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi teks budaya. Data dianalisis melalui teknik coding tematik untuk menemukan hubungan antara nilai adat dan mekanisme pengendalian sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas di Cikondang tidak mengandalkan pencatatan formal, melainkan legitimasi kolektif yang dibangun melalui ritual dan norma budaya. Musyawarah berfungsi sebagai ruang pelaporan terbuka, sementara ritual mengesahkan keputusan serta memperkuat komitmen moral antarwarga. Norma adat menjadi kontrol internal yang memastikan integritas pengelolaan sumber daya komunal. Temuan ini membuktikan bahwa praktik budaya dapat berfungsi sebagai sistem akuntansi sosial yang efektif, sekaligus menawarkan alternatif konseptual bagi akuntansi modern yang cenderung formalistik.