Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HAMBATAN TEKNIS DAN YURIDIS DALAM PENANGANAN PERKARA NARKOTIKA (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI KOTA MOJOKERTO) Nur Arifah Zamzami
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/r9twcs86

Abstract

Tindak pidana narkotika adalah salah satu  tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) yang marak terjadi di Indonesia sehingga membutuhkan penanganan hukum secara komprehensif, tepat, cepat dan terorganisir. Kejaksaan sebagai lembaga penuntut umum memiliki peran strategis dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan dengan efektif dan tanpa hambatan, termasuk dalam menentukan strategi penuntutan terhadap penyalahguna narkotika. Akan tetapi, dalam praktiknya, proses penanganan perkara narkotika menemui berbagi macam hambatan, baik hambatan teknis maupun hambatan yuridis. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hambatan-hambatan tersebut dalam konteks penanganan perkara narkotika di Kejaksaan Negeri Mojokerto. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-empiris dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif berdasarkan hasil wawancara, observasi, serta  kajian peraturan perundang-undangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan teknis yang muncul meliputi keterbatasan dan kualitas alat bukti, lamanya proses hasil uji coba laboratorium forensic, tingginya jumlah perkara narkotika, koordinasi antar aparat penegak hukum yang belum optimal. Sementara hambatan yuridis ditemukan dalam bentuk perbedaan penafsiran dan penerapan pasal, ketidaksinkronan regulasi mengenai rehabilitasi, sulitnya pembuktian unsur kesalahan (mens rea), keterbatasan hukum acara dalam menghadapi perkembangan modus operandi, variasi putusan pengadilan yang berdampak pada kepastian hukum. Hambatan tersebut tentunya berdampak pada kurang optimalnya penanganan perkara narkotika.