sprain merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling sering dijumpai pada populasi umum maupun atlet, terutama mengenai kompleks ligamen lateral akibat mekanisme inversi mendadak yang berdampak pada stabilitas sendi, fungsi aktivitas, serta kualitas hidup penderita. Ultrasound memiliki dua peran utama dalam tata laksana ankle sprain, yaitu sebagai modalitas diagnostik yang mampu memvisualisasikan jaringan lunak secara dinamis dan sebagai modalitas terapi yang memberikan efek termal maupun non-termal untuk mendukung proses penyembuhan jaringan serta mengurangi nyeri. Beberapa penelitian mutakhir menunjukkan bahwa kombinasi ultrasound dengan radiografi dapat meningkatkan akurasi deteksi cedera pergelangan kaki dan mendekati kinerja MRI, sementara penggunaan therapeutic ultrasound, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan cryotherapy, interferential therapy, atau protokol rehabilitasi terintegrasi, mampu menurunkan nyeri, memperbaiki pola tumpuan plantar, dan meningkatkan skor fungsi pada pasien dengan ankle sprain akut maupun subakut. Meta-analisis terkini menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi ankle sprain tetap bergantung pada program fisioterapi komprehensif yang berfokus pada latihan aktif, sedangkan ultrasound berperan sebagai terapi adjuvan yang mengoptimalkan hasil klinis. Makalah ini bertujuan meninjau efektivitas ultrasound terhadap ankle sprain dari aspek diagnostik dan terapeutik berdasarkan bukti ilmiah sepuluh tahun terakhir serta merumuskan implikasi praktis bagi klinisi dalam menyusun strategi rehabilitasi berbasis bukti.