Kekerasan permukaan jalan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kenyamanan berkendara, keselamatan, serta ketahanan infrastruktur jalan. Pelapisan ulang aspal (asphalt resurfacing) merupakan metode yang umum digunakan untuk memperbaiki kondisi jalan, terutama dalam mengurangi ketidakteraturan permukaan. Namun, efektivitas pelapisan tersebut perlu divalidasi secara empiris melalui analisis statistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kekerasan permukaan jalan sebelum dan sesudah pelapisan aspal baru. Data diperoleh dari sepuluh segmen jalan dengan pengukuran kekerasan dilakukan sebelum dan setelah proses pelapisan. Untuk menentukan apakah data memenuhi asumsi normalitas, dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Hasil uji menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, dengan nilai signifikansi di atas 0,05 (Shapiro-Wilk: 0,953 sebelum dan 0,814 sesudah pelapisan). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan nilai kekerasan permukaan jalan setelah pelapisan aspal, yang mengindikasikan peningkatan kelicinan dan kualitas permukaan. Hal ini menunjukkan bahwa pelapisan aspal efektif dalam mengurangi kekasaran jalan, yang berpotensi meningkatkan kenyamanan berkendara serta mengurangi keausan pada kendaraan. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan ulang aspal memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan kekerasan permukaan jalan. Selain itu, data yang memenuhi asumsi normalitas memungkinkan dilakukannya analisis lanjutan menggunakan uji statistik parametrik untuk mengevaluasi tingkat perubahan secara lebih mendalam.