Serah terima (handover) adalah proses pengalihan wewenang dan tanggung jawab utama untuk memberikan perawatan klinis kepada pasien dari satu perawat ke perawat lainnya. Studi pendahuluan yang dilakukan dengan cara observasi langsung peneliti memeroleh informasi bahwa proses handover belum terlaksana secara optimal, adanya perbedaan data kondisi pasien yang disampaikan saat handover sercara verbal dengan tertulis, perawat hanya menyebutkan nama, usia dan diagnosa medis saja, dan tidak adanya proses handover yang dilakukan di kamar pasien serta tidak adanya media yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan metode komunikasi SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh handover dengan metode komunikasi SBAR terhadap kualitas pelaksanaan handover di ruang rawat inap RSUD Gunungtua tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di RSUD Gunungtua menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen (pre dan postest) dengan kelompok intervensi dan kontrol. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan besar sampel 58 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh handover dengan metode komunikasi SBAR terhadap kualitas pelaksanaan handover di ruang rawat inap RSUD Gunungtua tahun 2025. Hal ini dilihat dari nilai T-Test sebesar 12.581 serta nilai signifikansi (2-tailed) yaitu 0,000 (p < 0,05) yang berarti Ha diterima. Diharapkan perawat dapat meningkatkan komunikasi yang efektif guna pencegahan kejadian yang tidak diharapkan pada saat pelaksanaan handover di ruang rawat RSUD Gunungtua serta menyusun maupun menetapkan kebijakan (SOP handover)