Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontra Narasi Neo-Feodalisme dan Tradisi Takzim: Polemik Media dan Realitas Pesantren Muhamad Zaenal Abidin; Ahmad Syauqi ‘Alaikar Rohman; Ahmad Jazuli Affandi; Babun Suharto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6026

Abstract

Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang menyamakan tradisi takzim (penghormatan) santri kepada kiai dengan praktik neo-feodalisme dan perbudakan telah memicu kontroversi publik yang luas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontradiksi mendasar antara konsep neo-feodalisme dengan tradisi takzim dalam lingkungan pesantren tradisional di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten dan kajian literatur. Data diperoleh dari tayangan kontroversial serta kitab-kitab klasik yang menjadi landasan tradisi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feodalisme berakar pada relasi kuasa, eksploitasi, dan hierarki politik-ekonomi yang bersifat memaksa, sementara tradisi takzim di pesantren lahir dari kerelaan hati (ikhlas) sebagai bentuk apresiasi terhadap ilmu (knowledge) dan akhlak (moral) yang diajarkan kiai, serta memiliki landasan teologis yang kuat dalam ajaran Islam. Kesimpulannya, narasi media yang menyamakan kedua hal tersebut merupakan bentuk simplifikasi dan kesalahpahaman epistemologis yang mengabaikan konteks sosio-kultural-religius yang melatarbelakanginya.