Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan plang nama dusun sebagai upaya peningkatan identitas wilayah dan orientasi geografis di Desa Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara. Latar belakang pengabdian ini adalah belum adanya penanda nama dusun yang jelas di sembilan dusun yang ada, yaitu Dusun Antara, Dusun Tengah, Dusun Simpang Durian, Dusun Jaya, Dusun Jaya Baru, Dusun Mekar Jaya, Dusun Permata Jaya, Dusun Blok X, dan Dusun Blok X Baru, sehingga menyulitkan masyarakat dan pengunjung dalam mengidentifikasi batas wilayah dan orientasi geografis. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam perencanaan, pembuatan, dan pemasangan plang nama dusun. Tahapan kegiatan meliputi observasi dan identifikasi masalah, musyawarah dengan perangkat desa, perancangan dan pembuatan plang menggunakan bahan triplek, kayu, dan cat tahan cuaca, pemasangan di titik strategis, sosialisasi, serta evaluasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil mempermudah masyarakat dan pendatang mengenali dusun, meningkatkan rasa memiliki dan identitas lokal, mendukung pelayanan administrasi desa, dan memberikan arah geografis yang jelas. Respons masyarakat sangat positif dengan apresiasi dari kepala dusun dan tokoh masyarakat karena program ini memberikan solusi nyata sekaligus melibatkan partisipasi masyarakat sehingga tercipta rasa kebersamaan. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat identitas wilayah, mempermudah orientasi geografis, mendukung administrasi desa, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.