Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pemberitaan media daring mengenai isu krisis kepercayaan publik terhadap PT Pertamina. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretif untuk memahami bagaimana media membingkai isu dalam konteks sosial serta membentuk makna melalui representasi berita. Analisis dilakukan dengan menggunakan model framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data penelitian bersumber dari sejumlah artikel terkait yang dipublikasikan oleh Kompas.com serta kaitannya dengan dinamika diskusi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai isu etanol sebagai persoalan teknis yang berimplikasi pada persepsi kualitas produk Pertamina dan berkontribusi terhadap munculnya krisis kepercayaan. Meskipun demikian, pemberitaan juga menghadirkan narasi penyeimbang yang menempatkan penggunaan etanol sebagai praktik yang lazim secara global dan bagian dari strategi transisi energi. Temuan ini mengindikasikan bahwa krisis kepercayaan tidak semata-mata dipicu oleh persoalan kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi oleh ketimpangan informasi dan keterbatasan transparansi komunikasi perusahaan. Dengan demikian, media berperan penting dalam pembentukan opini publik terhadap reputasi korporasi. Oleh karena itu, PT Pertamina perlu memperkuat komunikasi strategis, edukasi publik, serta keterbukaan informasi, terutama dalam menghadapi isu-isu yang bersifat sensitif. Penelitian ini menegaskan bahwa framing media memiliki pengaruh signifikan terhadap citra perusahaan dan dapat menjadi indikator efektivitas komunikasi krisis.