Transformasi digital dibidang kesehatan telah menjadikan sistem Electronic Medical Record ( EMR ) sebagai komponen utama dalam praktik keperawatan modern. Pelatihan EMR yang efektif untuk perawat paling baik dicapai melalui pendekatan campuran dan berbasis simulasi, kustomisasi khusus departemen dan dukungan teknis berkelanjutan. Namun, evektivitas implementasi EMR sangat bergantung pada kompetensi digital perawat yang mencakup ketarmpilan teknis, kognitif , dan etika. Scooping review ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait bagaimana integrasi sistem EMR dijelaskan dalam kaitannya dengan kompetensi digital perawat di berbagai konteks layanan kesehatan.Penelitian ini mengikuti panduan Joanna Briggs Institute (JBI) Scoping Review Framework (2020) dan dilaporkan menggunakan PRISMA-ScR Checklist (2021). Pendekatan Population Concept Context (PCC) digunakan untuk merumuskan pertanyaan penelitoan. Pencarian dilakukan di empat basis data (Scopus, Pubmed, CINAHL, web of Sciece) menggunakan kombinasi kata kunci dengan operatot Boolean. Dari hasil pencarian 50 artikel ditemukan dan setelah proses seleksi serta penerapan kriteria inklusi eksklusi, 16 artikel dimasukkan dalam sintesis akhir. Empat tema utama diidentifikasi yaitu Pertama, Dimensi kompetensi digital perawat, Kedua, Integrasi EMR dalam prakttik keperawatan, Ketiga, Hambatan dan faktor pendukung kompetensi digital, dan Keempat, Implikasi dalam bidang pendidikan dan kebijakan/Integrasi EMR dan penguatan kompetensi digital perawat berperan penting dalam peningkatan keselamatan pasien, efisiensi kerja, dan kualitas layanan kesehatan. Pengembangan platform pelatihan adaptif, stanfarisasi integrasi kurikulum, dan pemanfaatan tekhnologi inovatif untuk pendidikan EMR