Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial dan budaya yang khas, yang sangat memengaruhi pandangan serta tindakan mereka dalam merawat kesehatan. Keputusan terkait kesehatan dalam kelompok ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi, namun juga oleh norma sosial, nilai budaya, struktur keluarga, serta peran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi sosial dan budaya dalam proses pengambilan keputusan kesehatan di kalangan masyarakat pesisir di Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam pada enam informan yang dipilih dengan sengaja, termasuk masyarakat pesisir, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader kesehatan. Wawancara dilakukan dengan cara semi-terstruktur untuk memahami pandangan informan mengenai konsep kesehatan dan penyakit, bagaimana keputusan untuk berobat diambil, peran keluarga dan lingkungan sosial, serta bagaimana kepercayaan dan nilai budaya lokal mempengaruhi pilihan layanan kesehatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan nilai kolektivitas tetap memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat pesisir. Keputusan terkait pengobatan sering melibatkan keluarga besar dan dipengaruhi oleh pendapat dari tokoh masyarakat. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan terbatasnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan adanya kecenderungan di antara sebagian masyarakat untuk lebih memilih pengobatan tradisional ketimbang layanan medis modern. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial budaya dapat berfungsi sebagai pendukung serta penghalang dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi kesehatan yang memperhatikan budaya lokal, memperkuat dukungan sosial, dan mendorong kerja sama antara layanan kesehatan formal, tokoh masyarakat, serta keluarga agar program kesehatan diterima dengan baik dan berkelanjutan