Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan penggunaan teknologi artificial intelligence gemini dalam mendukung kebutuhan informasi mahasiswa Adi Prakoso, Ario; Salsabila, Kayla; Yahya Maulana, Aya; Erza , Elfitri Kurnia
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.18418

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya masalah ketidakakuratan informasi, plagiarisme, dan ketergantungan pada penggunaan Artificial Intelligence Gemini oleh mahasiswa Politeknik LP3I Jakarta dalam memenuhi kebutuhan informasi akademik menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui tingkat pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Politeknik LP3I Jakarta melalui penggunaan Artificial Intelligence Gemini, (2) mengukur hubungan antara penggunaan Artificial Intelligence Gemini dan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan membagikan kuesioner tertutup skala Likert kepada 92 mahasiswa. Dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI Gemini berada dalam kategori yang tinggi, dengan rata-rata skor antara 3,07 hingga 3,30. Uji korelasi menghasilkan nilai 0,635 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara pemanfaatan AI Gemini dan terpenuhinya kebutuhan informasi.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa (1) pemanfaatan AI Gemini terbukti efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi penggunaan AI dengan tercapainya pemenuhan kebutuhan informasi akademik. 
Peran Sosial Dan Budaya Dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Serdang Bedagai Wasiyem, Wasiyem; Pratiwi, Dian; Salsabila, Kayla; Wulandari, Dinda; Ramadani, Azzahra Dyahayu; Hidayat, Nayla Nabila; Lubis, Farhan AKbar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13043

Abstract

 Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial dan budaya yang khas, yang sangat memengaruhi pandangan serta tindakan mereka dalam merawat kesehatan. Keputusan terkait kesehatan dalam kelompok ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi, namun juga oleh norma sosial, nilai budaya, struktur keluarga, serta peran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi sosial dan budaya dalam proses pengambilan keputusan kesehatan di kalangan masyarakat pesisir di Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam pada enam informan yang dipilih dengan sengaja, termasuk masyarakat pesisir, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader kesehatan. Wawancara dilakukan dengan cara semi-terstruktur untuk memahami pandangan informan mengenai konsep kesehatan dan penyakit, bagaimana keputusan untuk berobat diambil, peran keluarga dan lingkungan sosial, serta bagaimana kepercayaan dan nilai budaya lokal mempengaruhi pilihan layanan kesehatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan nilai kolektivitas tetap memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat pesisir. Keputusan terkait pengobatan sering melibatkan keluarga besar dan dipengaruhi oleh pendapat dari tokoh masyarakat. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan terbatasnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan adanya kecenderungan di antara sebagian masyarakat untuk lebih memilih pengobatan tradisional ketimbang layanan medis modern. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial budaya dapat berfungsi sebagai pendukung serta penghalang dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi kesehatan yang memperhatikan budaya lokal, memperkuat dukungan sosial, dan mendorong kerja sama antara layanan kesehatan formal, tokoh masyarakat, serta keluarga agar program kesehatan diterima dengan baik dan berkelanjutan