Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mitigasi Bencana Banjir di Kota Bandar Lampung Berbasis Tingkat Kerentanan Wilayah Sigit, Sulistiyo; Mutiara, Hanny; Yudha, T Rykard; Rieni, Yuliarti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7076

Abstract

Bencana banjir merupakan fenomena yang paling sering terjadi di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.420 kejadian banjir secara nasional, dengan Kota Bandar Lampung termasuk wilayah yang memiliki tingkat risiko banjir sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mitigasi bencana banjir di Kota Bandar Lampung melalui klasifikasi tingkat kerentanan wilayah pada skala kecamatan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan fisik. Metode analisis dilakukan dengan pembobotan dan penilaian tiga parameter utama kerentanan berdasarkan dokumen Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024 dan standar BNPB. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kerentanan antar kecamatan, di mana pada aspek sosial terdapat enam kecamatan dengan kategori tinggi, termasuk Tanjung Karang Timur dan Rajabasa, pada aspek ekonomi Kecamatan Tanjung Senang memiliki tingkat kerentanan tertinggi, sedangkan pada aspek fisik Kecamatan Kemiling berada pada kelas kerentanan tinggi. Secara keseluruhan, teridentifikasi enam kecamatan dengan tingkat kerentanan banjir kategori tinggi, yaitu Teluk Betung Barat, Bumi Waras, Kedamaian, Enggal, Langkapura, dan Labuhan Ratu. Temuan ini menegaskan bahwa strategi mitigasi banjir di Kota Bandar Lampung tidak dapat hanya berfokus pada intervensi teknis seperti perbaikan infrastruktur drainase, tetapi perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi lokal yang tangguh terhadap bencana, serta penataan ruang kota yang berorientasi pada perlindungan kawasan resapan air guna mendukung keberlanjutan wilayah